Karantina di Asrama Haji Jakarta Ringankan Pengeluaran Jamaah Umroh

Senin , 24 Jan 2022, 15:00 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Petugas merapikan tempat tidur untuk jamaah umroh di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/12). Kementerian Agama menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat karantina jamaah umrah dan akan menerapkan kebijakan satu pintu pemberangkatan jamaah. Karantina di Asrama Haji Jakarta Ringankan Pengeluaran Jamaah Umroh
Petugas merapikan tempat tidur untuk jamaah umroh di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/12). Kementerian Agama menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat karantina jamaah umrah dan akan menerapkan kebijakan satu pintu pemberangkatan jamaah. Karantina di Asrama Haji Jakarta Ringankan Pengeluaran Jamaah Umroh

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi upaya Komisi VIII DPR yang mendorong agar Asrama Haji Pondok Gede Jakarta digunakan sebagai salah satu tempat karantina. Hal ini bakal meringankan jamaah umroh dalam hal pembiayaan.

 

Terkait

"Terima kasih ketua dan anggota sehingga asrama haji bisa digunakan sebagai tempat karantina setelah melalui raker dengan BNPB," ujar Yaqut saat menggelar rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).

Baca Juga

Yaqut menganggap biaya karantina di Asrama Haji Pondok Gede lebih murah ketimbang di hotel. Selain itu, asrama haji lebih fleksibel sehingga jamaah tidak akan jenuh saat menjalani karantina.

"Karena di asrama haji itu jendelanya masih bisa dibuka, kalau di hotel susah dibukanya. Jadi kalau butuh ruang terbuka di asrama haji masih memungkinkan, kalau di hotel sulit," katanya.

Namun, menurut dia, yang menjadi permasalahan adalah ketersediaan tempat tidur. Hingga 13 Januari 2022, jamaah yang telah berangkat ke Tanah Suci mencapai 1.750 orang.

Angka itu terus bertambah mengingat pemberangkatan masih dilakukan hingga kini. Sementara itu, berdasarkan data BNPB, Asrama Haji Pondok Gede Jakarta memiliki 780 tempat tidur.

BNPB juga telah meninjau Wisma Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jakarta yang memiliki 480 tempat tidur sebagai tambahan sehingga total menjadi 1.260 tempat tidur. Mengenai kekurangannya, BNPB telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) agar menyediakan tempat tidur tambahan untuk karantina jamaah umroh sepulang dari Arab Saudi.

"Setelah kami melakukan ratas (rapat terbatas) disetujui asrama haji untuk tempat karantina jamaah umroh. Nanti yang tidak mendapat jatah di asrama haji sudah ada hotel untuk tempat karantina," ujar Kepala BNPB Suharyanto.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag berencana akan mencabut kebijakan pemberangkatan satu pintu (One Gate Policy) sehingga pemberangkatan tidak terpusat di Asrama Haji Jakarta. Namun, Yaqut meminta untuk tetap melanjutkan kebijakan OGP itu karena berkaca pada kasus penularan Covid-19 yang dialami tim pendahulu (advance) sepulang dari Arab Saudi.

"Kita pakai One Gate Policy saja masih ada yang kena, apalagi loss (tidak), akan sangat riskan," kata dia.

Pemerintah Indonesia memutuskan tetap melanjutkan penerbangan jamaah umroh meski kasus Omicron tengah meningkat. Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengingatkan jamaah agar selalu melaksanakan Gerakan 5 M.

"Jamaah jangan lupa gerakan 5 M. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas," ujar dia saat dihubungi Republika, Ahad (23/1/2022).

Ia menekankan penggunaan masker merupakan hal yang menjadi sebuah keharusan. Masker merupakan proteksi utama bagi seluruh orang untuk menghindari diri dari transmisi penyakit.

"Itu semua ikhtiar kita untuk menghindari terpaparnya penyakit Covid-19, termasuk varian Omicron," lanjutnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini