Selasa 25 Jan 2022 20:18 WIB

Gandeng Startup, UMKM di Jateng Didorong Digitalisasi

Pemanfaatan teknologi oleh pelaku UMKM di Jateng masih sangat minim

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Gita Amanda
Startup merupakan perusahaan muda yang dirintis untuk mengembangkan produk atau layanan konvensional untuk dibawa ke pasar dan menjadikan digital.
Foto: istimewa
Startup merupakan perusahaan muda yang dirintis untuk mengembangkan produk atau layanan konvensional untuk dibawa ke pasar dan menjadikan digital.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemanfaatan teknologi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah tercatat masih sangat minim. Untuk itu, Pemerintah setempat menggelar kegiatan pemberdayaan UMKm yang turut menggandeng salah satu Startup, BukuWarung.

Kegiatan ini dibuka di Sukoharjo, Senin (24/1), sebelum dilanjutkan ke berbagai kota lainnya yaitu Semarang, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Tegal, Pekalongan, Banyumas, Boyolali, Karanganyar, Jepara, Pati, dan Salatiga. Semua kegiatan berikutnya disebut dilakukan sepanjang Februari dan Maret.

Baca Juga

“Keterlibatan BukuWarung dalam rangkaian kegiatan yang kami adakan ini sangat penting mengingat salah satu kendala yang dialami UMKM di Jawa Tengah khususnya adalah rendahnya literasi keuangan yang berakibat pelaporan keuangan yang tidak jelas antara modal, cash flow, keuntungan dan kerugian,” kata Kadis Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati dalam rilis yang diterima Republika, Selasa (25/1/2022).

Puluhan pelaku UMKM di Sukoharjo dan daerah sekitarnya dikatakan terlibat dalam agenda ini. Dijelaskan juga, BukuWarung akan mengisi sesi mengenai digitalisasi dan literasi keuangan dan mengapa pencatatan keuangan itu penting dalam studi kelayakan usaha yang akan membantu UMKM untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan dan institusi non-bank.

“Harapannya, BukuWarung bisa membantu kami untuk mempercepat proses digitalisasi para pelaku UMKM di Jawa Tengah agar bisnis mereka makin berkembang di tengah pandemi dan persaingan bisnis yang semakin kompetitif,” jelas Ema

Saat membuka acara, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono mengatakan potensi industri UMKM di Sukoharjo cukup tinggi. “Dari UMKM sektor industri, jasa, perdagangan, perikanan, pertanian, dan peternakan, total potensi UMKM di Sukoharjo pada tahun 2022 ini ada sekitar 227 ribu lebih. Sayangnya, dua permasalah utama dari UMKM adalah kesulitan permodalan karena kurangnya informasi fasilitasi akses permodalan yang tersedia dan kurangnya tertib administrasi usaha dan inovasi produk,"

"Melalui kegiatan ini, kami akan terus melakukan akselerasi digitalisasi, mendukung inovasi dan mengintegrasikan ekonomi keuangan digital,” tambahnya.

Secara terpisah, Head of Product Marketing BukuWarung, Irwansyah Fansury mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya BukuWarung untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami bisa berpartisipasi dalam program pemberdayaan UMKM yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Tengah. Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi kami untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM agar mereka bisa mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik," katanya.

“Kami satu-satunya startup pencatatan digital yang diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini menandakan bahwa eksistensi dan konsistensi BukuWarung dalam pemberdayaan UMKM melalui platform digital makin diakui," tambahnya.

Selain digitalisasi usaha, program pemberdayaan kegiatan yang diselenggarakan  Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah tersebut juga meliputi pengenalan dan peningkatan literasi keuangan, serta kegiatan fasilitasi studi kelayakan usaha guna membantu pelaku UMKM mengembangkan dan meningkatkan daya saing bisnis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement