Gambaran Keadaan Penduduk Bumi Ketika Jamaah Haji Bertalbiyah

Rabu , 26 Jan 2022, 07:01 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji berdoa di depan bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, di Dataran Arafat, selama ziarah haji tahunan, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin, 19 Juli 2021. Puluhan ribu orang divaksinasi jamaah haji mengelilingi situs paling suci Islam di Mekah pada hari Minggu, tetapi tetap menjaga jarak sosial dan mengenakan masker saat virus corona berdampak pada haji untuk tahun kedua berturut-turut. Gambaran Keadaan Penduduk Bumi Ketika Jamaah Haji Bertalbiyah
Jamaah haji berdoa di depan bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, di Dataran Arafat, selama ziarah haji tahunan, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin, 19 Juli 2021. Puluhan ribu orang divaksinasi jamaah haji mengelilingi situs paling suci Islam di Mekah pada hari Minggu, tetapi tetap menjaga jarak sosial dan mengenakan masker saat virus corona berdampak pada haji untuk tahun kedua berturut-turut. Gambaran Keadaan Penduduk Bumi Ketika Jamaah Haji Bertalbiyah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penduduk bumi akan bertalbiyah bersama jamaah haji ketika mereka mengucapkan talbiyah (labbaik). Keterangan ini sesuai dengan hadist dari Sahl bin Sa'ad ra. meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda,

 

Terkait

"Jika seorang Muslim mengucapkan talbiyah, maka batu, pohon, dan tanah yang berada di sebelah kanan dan kirinya akan membaca talbiyah bersamanya, dan itu berlangsung sampai ke penghujung dunia. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah; Misykat).

Baca Juga

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi menyampaikan di dalam beberapa hadits disebutkan bahwa mengucapkan labbaik adalah syi'ar haji. "Hadits yang lain menyebutkan bahwa Nabi Musa AS mengucapkan labbaik, Allah menjawabnya dengan mengatakan labbaik wahai Musa," tulis Syekh Maulana Muhammad Zakariyya dalam kitabnya Fadhilah Haji.

Syekh Maulana Zakariyya menerangkan, bagi seseorang yang menunaikan ibadah haji, bukan ucapan labbaiknya saja yang mengandung keutamaan, tetapi setiap perkara mengandung pahala dan keutamaan tersendiri. Sementara itu, Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Ketika aku sedang duduk bersama Rasulullah SAW di Masjid Mina, datanglah dua orang sahabat menghadap Rasulullah SA yang satu dari kaum Anshar, dan yang lainnya dari kabilah Tsaqaf. Setelah mengucapkan salam, keduanya berkata,"

"Ya Rasulullah, kami datang kemari mau bertanya tentang sesuatu."

Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian mau, tanyakanlah apa yang hendak kalian tanyakan. Dan apabila kalian memperbolehkan, maka aku yang akan mengatakannya."

Mereka berkata, "Engkau sajalah yang mengatakannya, ya Rasulullah." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Kalian datang kemari untuk bertanya tentang haji, apa pahalanya sholat dua rakaat setelah tawaf, apa pahalanya sa'i antara Shafa dan Marwah, apa pahalanya wukuf di Arafah, melempar jumrah, menyembelih binatang kurban, dan thawaf ifadhah.' 

Mereka berkata, "Demi Dzat Yang mengutusmu sebagai seorang Nabi, inilah pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam benak kami."

"Kemudian Rasulullah SAW bersabda, Setelah kalian keluar dari rumah dengan niat menunaikan ibadah haji, maka setiap langkah unta (kendaraan) kalian, dituliskan satu kebaikan di dalam catatan amal kalian, dan satu dosa diampuni. Dua rakaat setelah Thawaf pahalanya seperti memerdekakan seorang hamba sahaya. Ketika sa'i antara Shafa dan Marwah, pahalanya sama dengan memerdekakan 70 hamba sahaya."

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini