Kepala Intelijen Jerman: Rusia Belum Putuskan Menyerang Ukraina

Jumat , 28 Jan 2022, 21:57 WIB Redaktur : Agung Sasongko
 Presiden Rusia Vladimir Put, kiri, dan Staf Umum Rusia Valery Gerasimov berbicara satu sama lain selama pertemuan diperpanjang Dewan Kementerian Pertahanan Rusia di Pusat Kontrol Pertahanan Nasional dengan peta militer Rusia yang menunjukkan dugaan penempatan kontraktor militer swasta AS di Ukraina timur di latar belakang di Moskow, Rusia, Selasa, 21 Desember 2021. Presiden Rusia pada Selasa menegaskan kembali permintaan akan jaminan dari AS dan sekutunya bahwa NATO tidak akan memperluas ke timur, menyalahkan Barat atas ketegangan saat ini di Eropa.
Presiden Rusia Vladimir Put, kiri, dan Staf Umum Rusia Valery Gerasimov berbicara satu sama lain selama pertemuan diperpanjang Dewan Kementerian Pertahanan Rusia di Pusat Kontrol Pertahanan Nasional dengan peta militer Rusia yang menunjukkan dugaan penempatan kontraktor militer swasta AS di Ukraina timur di latar belakang di Moskow, Rusia, Selasa, 21 Desember 2021. Presiden Rusia pada Selasa menegaskan kembali permintaan akan jaminan dari AS dan sekutunya bahwa NATO tidak akan memperluas ke timur, menyalahkan Barat atas ketegangan saat ini di Eropa.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Rusia siap menyerang Ukraina tapi belum memutuskan apakah akan melakukannya. Hal itu diungkap kepala badan intelijen luar negeri Jerman (BND) di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Kiev.

 

Terkait

Rusia telah mengerahkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina tetapi mengatakan tidak berencana untuk menyerang. Amerika Serikat telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mencoba membangun kesepakatan dengan mitra Eropa mengenai paket sanksi yang menjerakan jika Rusia menyerang.

Baca Juga

"Saya percaya bahwa keputusan untuk menyerang belum dibuat," Bruno Kahl, kepala dinas intelijen luar negeri Jerman, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Sebelumnya Reuters memberitakan Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Rabu (26/1) bahwa Rusia tidak bijaksana bila menyerang Ukraina dan Turki akan melakukan tindakan yang diperlukan sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Saya berharap Rusia tidak melakukan serangan bersenjata atau menduduki Ukraina. Langkah seperti itu tidak akan menjadi tindakan yang bijaksana bagi Rusia atau kawasan," kata Erdogan.

Sumber: Reuters

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini