Senin 31 Jan 2022 02:19 WIB

40 Persen Anak di Pekanbaru Sudah Divaksin Covid-19

Sebanyak 41.425 anak berusia 6-11 tahun di Kota Pekanbaru telah divaksinasi.

Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau menggelar vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di SD Muhammadiyah Rumbai, Pekanbaru, Riau.
Foto: dok Binda Riau
Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau menggelar vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di SD Muhammadiyah Rumbai, Pekanbaru, Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Sebanyak 41.425 atau 40 persen anak berusia 6-11 tahun di Kota Pekanbaru hingga saat ini telah divaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama. Proses penyuntikan vaksin itu akan terus dilakukan hingga target yang ditentukan.

"Sudah 41.425 anak atau sekitar 40 persen. Sedangkan dosis vaksin lengkap sudah 1.207 anak," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih, Ahad (30/1/2022).

Baca Juga

Dia menjelaskan, Pemko Pekanbaru menggelar vaksinasi anak dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah negeri dan swasta. Vaksinasi COVID-19 untuk anak ini juga bisa didapatkan melalui Puskesmas.

"Vaksinasi anak ada di sekolah, Puskesmas, termasuk di tempat khusus yang kita adakan dengan kerjasama BIN, TNI dan Polri. Namun, kita menyarankan agar tetap dilakukan terkoordinir di sekolah masing-masing," jelasnya.

Ia menjelaskan, koordinasi dengan pihak sekolah penting dilakukan untuk mencegah kesalahan data. Dengan begitu,  anak yang sudah vaksin dapat terdata dengan baik dan mendapatkan sertifikatnya.

Sebelumnya, Wali kota Pekanbaru Firdaus mengingatkan bahwa tidak ada pemaksaan bagi orang tua agar anaknya divaksin COVID-19. Namun, satu hal yang perlu diketahui bahwa orang tua perlu miliki pemahaman yang luas dan lebih lengkap tentang manfaat vaksinasi COVID-19 bagi kekebalan tubuh.

Menurutnya, ini adalah tugas berat semua elemen masyarakat agar membantu menyosialisasikan kepada semua pemilik anak usia 6-11 tahun di Pekanbaru, bahwa vaksin COVID-19 penting untuk menciptakan kekebalan kelompok. Ini juga sebagai program pemerintah guna mencegah penularan virus berbahaya itu di wilayahnya.

"Kita beri kebebasan, tidak ada paksaan. Namun kita juga memberikan edukasi kepada orang tua yang belum mendukung program vaksinasi, karena apa yang dilakukan pemerintah ini merupakan untuk kebaikan kita semua," kata Firdaus.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement