Kamis 10 Feb 2022 13:09 WIB

Filipina Kembali Buka Pintu Bagi Wisatawan Asing

Filipina mencabut pembatasan dan kembali membuka pintu bagi wisatawan asing

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Wisatawan menikmati senja di Pantai Boracay, Filipina.
Foto: EPA
Wisatawan menikmati senja di Pantai Boracay, Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina pada Kamis (10/2/2022) mencabut pembatasan dan kembali membuka pintu bagi wisatawan asing setelah dua tahun mengisolasi diri. Pembukaan kembali pembatasan internasional diharapkan dapat menggeliatkan industri pariwisata, dan industri lainnya yang terjatuh akibat pandemi Covid-19.

Filipina membuka pintu bagi wisatawan dari 157 negara dengan syarat harus sudah menerima vaksinasi lengkap, dan menunjukkan hasil tes negatif Covid-19. Para wisatawan asing tidak harus menjalani karantina ketika tiba di Filipina. Pemerintah juga mengakhiri sistem klasifikasi risiko yang melarang pelancong dari negara-negara yang paling parah terkena dampak pandemi.

Baca Juga

"Kami akan memulai babak selanjutnya dalam perjalanan menuju pemulihan,” kata Menteri Pariwisata Filipina, Berna Romulo-Puyat.  

Romulo-Puyat menambahkan, pembukaan kembali perbatasan akan memulihkan pekerjaan dan pendapatan bagi perusahaan dan komunitas yang terkait dengan pariwisata. Filipina merupakan salah satu negara yang memberlakukan penguncian terlama di dunia, dan pembatasan karantina secara ketat. Pandemi Covid-19 menyebabkan resesi ekonomi terburuk bagi Filipina sejak 1940-an, serta mendorong kenaikan jumlah pengangguran dan kelaparan.

Pandemi Covid-19 menyebabkan lebih dari satu juta orang Filipina kehilangan pekerjaan di bisnis pariwisata. Destinasi wisata, termasuk resor pantai dan pulau tropis yang populer sangat sepi seperti kota hantu pada puncak penguncian pandemi. Selain itu, letusan gunung berapi dan topan semakin memperburuk industri pariwisata.

Sebelumnya, pemerintah Filipina berencana membuka kembali pembatasan internasional pasa 1 Desember. Namun pelonggaran tersebut ditunda karena munculnya varian omicron yang sangat menular.

Selama liburan Natal, Filipina mencatat jumlah kasus di bawah seribu. Pemerintah telah memperingatkan agar warga tidak mengunjungi tempat keramaian pada libur Natal dan Tahun Baru. Namun peringatan itu diabaikan, dan banyak warga yang memenuhi restoran serta mall.

Lonjakan kasus Covid terjadi pada pertengahan Januari yaitu mencapai lebih dari 39 ribu infeksi dalam sehari. Kemudian, jumlah kasus mulai mereda. Pejabat kesehatan pada Rabu (10/2) melaporkan sekitar 3.600 infeksi  dengan 69 kematian. Pemerintah menyatakan seluruh Filipina memiliki risiko penularan rendah hingga sedang, kecuali wilayah selatan.

Lebih dari 60 juta dari total 110 juta orang Filipina telah divaksinasi lengkap. Sementara 8,2 juta orang telah menerima suntikan booster atau dosis ketiga. Pada Senin (7/2) Presiden Rodrigo Duterte memperingatkan orang-orang Filipina untuk segera divaksinasi.

“Jika Anda tidak divaksinasi dan Anda mati, ya, selamat tinggal. Anda dapat berjalan-jalan dan jika Anda terkontaminasi, Anda akan sangat, sangat menyesal untuk diri sendiri dan keluarga Anda," ujar Duterte.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement