Selasa 15 Feb 2022 09:11 WIB

Bank Dunia dan IMF Pindahkan Staf dari Ukraina di Tengah Ancaman Serangan Rusia

Bank Dunia dan IMF menjamin kegiatan mereka di Ukraina terus berjalan

Red: Nur Aini
Logo Bank Dunia. Bank Dunia dan IMF (Dana Moneter Internasional) pada Senin (14/2/2022) mengatakan telah memindahkan beberapa anggota staf dari Ukraina untuk sementara waktu.
Logo Bank Dunia. Bank Dunia dan IMF (Dana Moneter Internasional) pada Senin (14/2/2022) mengatakan telah memindahkan beberapa anggota staf dari Ukraina untuk sementara waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bank Dunia dan IMF (Dana Moneter Internasional) pada Senin (14/2/2022) mengatakan telah memindahkan beberapa anggota staf dari Ukraina untuk sementara waktu. Pemindahan itu dilakukan di tengah peningkatan kekhawatiran soal kemungkinan serangan oleh Rusia terhadap Ukraina.

Namun, Bank Dunia dan IMF sama-sama menjamin bahwa kegiatan mereka menyangkut peminjaman dan pemberian dukungan di Ukraina terus berjalan. "Prioritas utama World Bank Group adalah untuk menjaga keselamatan staf kami beserta keluarga mereka. Sejalan dengan kebijakan kami terkait evakuasi, pemindahan sementara bagi staf sedang dilakukan dan langkah pengamanan sedang ditingkatkan," menurut memo yang dikeluarkan Bank Dunia.

Baca Juga

Surat pemberitahuan itu tidak menyebutkan secara rinci soal ke mana atau berapa banyak anggota staf yang dipindahkan. IMF, sementara itu, telah merelokasi perwakilannya yang berada di Ukraina, Vahram Stepanyan, keluar dari negara itu, kata juru bicara IMF.Stepanyan, yang berkewarganegaraan Armenia, telah memimpin IMF di Ibu Kota Kiev sejak Juli 2021 dan bekerja bersama para karyawan lokal.

"Staf IMF masih berhubungan dan melakukan kontak dengan mitra-mitra mereka di Ukraina," kata jubir.

Juru bicara World Bank Group juga mengatakan bahwa kegiatan Bank Dunia di Ukraina akan terus berlanjut. Relokasi personel juga dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap staf kedutaannya di Kiev. Staf dipindahkan ke Kota Lviv di Ukraina barat, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Senin.

Pemindahan itu, kata Blinken, didasarkan atas "peningkatan besar-besaran jumlah pasukan Rusia." IMF menjalankan program pinjaman senilai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 71,6 triliun) bagi Ukraina, sementara Bank Dunia telah memberikan pendanaan 1,3 miliar dolar (sekitar Rp 18,6 triliun) kepada Ukraina sejak awal pandemi Covid-19.

Baca juga:

Produsen Tahu di Aceh Keluhkan Mahalnya Harga Kedelai

Komisi III Gelar Kunjungan Spesifik ke Wadas, Apa Hasilnya?

Komisi II Soroti Pengalaman Calon Anggota KPU

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement