Kamis 17 Feb 2022 11:34 WIB

Pemkot Pontianak Giatkan Pelacakan Kasus dan Vaksinasi Covid-19

Pemkot juga melakukan penyuluhan tata cara penanganan pasien positif dan isoman

Petugas medis menyuntikkan vaksin Sinovac tahap 1 kepada warga saat gebyar vaksinasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (7/10/2021). Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menyebutkan hingga Rabu (6/10/2021) tercatat sebanyak 1.071.578 orang telah menjalani vaksinasi COVID-19 untuk penyuntikan tahap pertama dan 655.721 orang untuk penyuntikan tahap kedua di 14 kabupaten/kota di wilayah setempat.
Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Petugas medis menyuntikkan vaksin Sinovac tahap 1 kepada warga saat gebyar vaksinasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (7/10/2021). Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menyebutkan hingga Rabu (6/10/2021) tercatat sebanyak 1.071.578 orang telah menjalani vaksinasi COVID-19 untuk penyuntikan tahap pertama dan 655.721 orang untuk penyuntikan tahap kedua di 14 kabupaten/kota di wilayah setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK--Pemerintah Kota Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat menggiatkan pelacakan kasus dan vaksinasi Covid-19 guna menekan penularan penyakit yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 tersebut."Kita akan memperkuat tracing (pelacakan), lalu vaksinasi terus digencarkan terutama anak-anak dan lansia," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtonodi Pontianak, Kamis (17/2/2022).

"Selain itu, kami juga melakukan pemetaan dengan cepat dan detail untuk mengerahkan Tim Satgas Covid-19 hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dalam penanganan," katanya. Dia mengatakan  pemerintah kota juga menggiatkan penegakan protokol kesehatan serta menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 guna menekan penularan virus corona penyebab Covid-19, termasuk virus corona varian Omicron."Kami mengambil langkah penanganan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2022 yang telah diterbitkan, termasuk Instruksi Gubernur Kalbar, agar tidak mencapai keparahan seperti dahulu saat dihantam varian Delta," katanya.

Baca Juga

Pemerintah kota, menurut dia, juga menyampaikan penyuluhan mengenai tata cara penanganan penderita Covid-19 kepada warga."Jika ada warga yang terkonfirmasi positif Coivd-19, bagaimana upaya isolasi mandirinya, kemudian jika CT-nya rendah maka kita minta untuk melakukan isolasi terpadu di Rumah Karantina Rusunawa Nipah Kuning agar bisa dipantau," kata Edi.

Upaya-upaya tersebut ditargetkan bisa menurunkan angka kasus Covid-19 harian di Kota Pontianak, yang menurut data pemerintah kota sekarang mencapai 140 kasus lebih.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement