Jumat 18 Feb 2022 12:04 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Nigeria Lampaui Ekspektasi

PDB Nigeria pada tahun lalu tumbuh 3,4 persen.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Pertumbuhan ekonomi Nigeria lebih cepat dibandingkan prediksi bank sentral dan pemerintah tahun lalu.
Foto: AP Photo/Gbemiga Olamikan
Pertumbuhan ekonomi Nigeria lebih cepat dibandingkan prediksi bank sentral dan pemerintah tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Pertumbuhan ekonomi Nigeria lebih cepat dibandingkan prediksi bank sentral dan pemerintah tahun lalu. Percepatan pertumbuhan ini didorong ekspansi industri perdagangan dan pertanian untuk mengimbangi penurunan tajam produksi minyak pada kuartal keempat.

Kepala Biro Statistik Nigeria Simon Harry mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) Nigeria tahun lalu tumbuh 3,4 persen setelah mengalami kontraksi 1,92 persen pada tahun 2020. Lebih tinggi dibanding perkiraan Kementerian Keuangan yang sebesar 2,5 persen dan proyeksi bank sentral sebesar 3,1 persen.

Baca Juga

Angka tahun lalu terangkat pertumbuhan tiga bulan hingga Desember yang sebesar 3,98 persen dibanding tahun sebelumnya. "Pertumbuhan kuartal keempat menandakan pemulihan ekonomi yang stabil," kata Harry seperti dikutip Aljazirah, Kamis (17/2/2022).

Perekonomian nonminyak tumbuh 4,73 persen pada kuartal ini dibanding tahun sebelumnya. Sementara pertanian 3,59 persen dan jasa naik 5 persen.

Data yang diumumkan badan stasistik Nigeria kemarin menunjukkan semakin pentingnya sektor non-minyak mentah dan menjadi bahan untuk menyakinkan bank sentral meningkatkan suku bunga acuan pada 22 Meret.

Gubernur Bank Sentral Godwin Emefiele sudah menegaskan bank sentral hanya akan melakukan penyesuaian kebijakan setelah pemulihan ekonomi berada di jalur yang stabil. Pada kuartal keempat tahun lalu produksi minyak turun dari 1,57 juta barel per hari pada tiga bulan sebelumnya menjadi 1,50 juta barel per hari.

Minyak mentah memang hanya menyumbang 5 persen pada PDB Nigeria. Tapi berkontribusi pada hampir semua pendapatan devisa dan setengah pendapat pemerintah produsen minyak terbesar di Afrika itu.

Produsen minyak mentah terbesar Afrika gagal mengambil keuntungan dari naiknya harga minyak dunia yang berada di titik tertingginya dalam delapan tahun terakhir. Karena berusaha memenuhi kuota OPEC+ setelah didera masalah produksi.

Pemerintah Nigeria memprediksi pertumbuhan ekonomi negara itu tahun ini tumbuh 4,2 persen. Sementara bank sentral 2,86 persen dan Dana Moneter Internasional 2,76 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement