Jumat 18 Feb 2022 14:47 WIB

IAEA Bantu Arab Saudi Kembangkan Tenaga Nuklir

Kawasan Timur Tengah disebut akan menggunakan lebih banyak nuklir di masa depan

Rep: Alkhaledi kurnialam/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Foto: AP/Hiroko Harima/Kyodo News
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi mengatakan organisasi tersebut bekerja sama dengan Arab Saudi, Yordania dan Mesir untuk membantu mengembangkan infrastruktur program tenaga nuklir. Pernyataan itu dikatakannya pada konferensi virtual di Riyadh pada Rabu (16/2/2022).

“Yang istimewa dari nuklir adalah terbukti, terukur, dan tersedia,” kata Grossi dilansir dari Arab News, Kamis (17/2/2022).

Grossi mengatakan bahwa negara produsen utama minyak dan gas menyadari manfaat energi atom. Kawasan Timur Tengah disebut akan menggunakan lebih banyak tenaga nuklir di masa depan untuk memenuhi kebutuhan energi.

Energi nuklir, akan menjadi alat penting untuk mengatasi perubahan iklim dalam mitigasi dan adaptasi.  “Banyak negara di kawasan ini mempertimbangkan tenaga nuklir bahkan produsen utama minyak dan gas mengakui manfaat energi atom,” kata Grossi.

"IAEA bekerja sama dengan Arab Saudi, Mesir, dan Yordania untuk mengembangkan infrastruktur untuk program tenaga nuklir yang aman, terjamin dan berkelanjutan," tambahnya.

Arab Saudi memiliki cadangan bijih uranium yang sangat besar yang rencananya akan digunakan untuk mengembangkan program tenaga nuklir, kata Pangeran Abdulaziz bin Salman, menteri energi Saudi, kepada Future Minerals Summit di Riyadh.

"Biarkan saya menjelaskannya dengan sangat spesifik, kami memiliki sejumlah besar sumber daya uranium yang ingin kami eksploitasi dan kami akan melakukannya dengan paling transparan, kami akan membawa mitra kami sangat terbuka untuk setiap kesempatan yang datang kepada kita,"kata Pangeran Abdulaziz.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement