Ahad 20 Feb 2022 11:10 WIB

Pemprov Jabar Bantu Rp1,5 Miliar bagi Korban Banjir Sukabumi

Warga Jabar diminta siaga satu karena musim hujan berlangsung hingga Maret

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Sabtu (19/2/2022).
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Sabtu (19/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memeriksa kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kampung Tugu Kelurahan Jaya Raksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Sabtu (19/2/2022). 

Menurut Ridwan Kamil, kedatangannya ke lokasi terdampak untuk memeriksa kesiapan fasilitas tanggap darurat, posko kesehatan, dan posko utama terkait pusat informasi telah disediakan demi kebutuhan warga. 

Baca Juga

Selain itu, menurut Ridwan Kamil, Pemprov Jabar menyalurkan bantuan Rp 1,5 miliar untuk merehabilitasi rumah warga, dan Rp 500 juta dari dana umat. 

"Nantinya buat rehabilitasi pembangunan sedang dihitung dulu oleh aparat terkait setempat. Bantuan dari Pemda Prov Jabar Rp1,5 miliar ditambah Rp500 juta dari zakat-zakat orang baik yang menitipkan ke saya jadi total Rp2 miliar," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Selain itu, Emil memastikan kondisi warganya tetap aman dan sehat berkat pertolongan pertama yang dilakukan oleh BPBD Kota Sukabumi dan Pemkot Sukabumi. 

Emil pun, meminta Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana dan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi agar merespons bencana ini dengan melakukan tindakan tanggap darurat mengangkat material oleh alat-alat berat yang melanda rumah warga. 

"Ternyata ada banyak sekali rumah yang rusak berat, tanggap darurat saya titipkan kepada Pak Wali dengan tim dibantu TNI/Polri hari ini dan insyaallah besok beres dengan tim yang Pak Kapolda akan kerahkan," paparnya.

Sebelumnya, hujan sekitar empat jam mengguyur Kota Sukabumi, Kamis (17/2/2022) sore hingga malam. Bencana akibat cuaca ekstrem ini mengakibatkan ratusan rumah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial serta sejumlah ruas jalan terendam banjir. Bahkan dilaporkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka.

Menanggapi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah di Jabar. Kang Emil meminta warga Jabar untuk waspada siaga satu, karena menurut perkiraan BMKG musim penghujan akan berlangsung hingga akhir Maret. 

"Musim penghujan masih berlangsung sampai akhir Maret. Jadi harus siaga satu sampai akhir Maret, jaga-jaga jangan sampai terulang lagi kejadian-kejadian seperti ini," kata Emil. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Emil meminta Wali Kota Sukabumi untuk waspada menyiapkan berbagai antisipasi. Mengingat hujan akan kembali mengguyur wilayah Jabar.  

"Oleh karena itu saya titip ke Pak Wali, tim dari keamanan wilayah masing-masing harus waspada karena ada korban jiwa satu kemarin.  Mudah-mudahan tidak terulang lagi, saya turut berduka cita," katanya.

"Dengan kehadiran kami (Forkopimda Jabar dan Wali Kota Sukabumi) saya juga menyemangati para korban yang sedih, karena harta bendanya hancur oleh banjir," kata Emil. 

Perlu diketahui bersama, bencana banjir yang melanda wilayah Kota Sukabumi ini terakhir kali terjadi pada tahun 1990-an. Kang Emil mengeanalisis banjir besar terjadi tahun ini ada kaitannya dengan durasi hujan besar yang lama. 

"Ini nanti harus diteliti juga soalnya kalau dari laporan terakhir banjir besar ini pada tahun 1990-an, berarti ini kan cuaca ekstrem dari jam 2-8 hujan besar tidak berhenti tentulah tidak lazim. Kita akan cek ke BMKG apakah akan ada skema yang sama di masa depan supaya kita lebih waspada," katanya.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan korban terdampak banjir bandang tersebut berjumlah 696 KK, 1.670 jiwa yang terdampak seutuhanya. Dari jumlah tersebut sebanyak 46 rumah yang rusak berat, dan 38 rusak sedang sedangkan rusak ringan 146 rumah. 

"Di Kelurahan Jaya Raksa, Kecamatan Baros ini ada tiga RW  terdampak, ada 696 KK, 1.670 jiwa yang terdampak seutuhnya. Ada 46 rumah yang rusak berat kemudian 38 rusak sedang dan 146 rusak ringan," kata Fahmi. 

Terkait rehabilitasi, menurut Fahmi, pihaknya telah menyiapkan posko-posko yang terus diaktivasi setiap harinya. Selain itu, ia akan menggunakan dana bantuan Pemda Provinsi Jabar yang diberikan untuk pemulihan pascabencana dengan membangun kembali rumah rusak. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement