Asrama Haji Medan Kembali Difungsikan Sebagai Tempat Isolasi Terpusat

Senin , 21 Feb 2022, 15:04 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Petugas membersihkan kamar Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/8/2021). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengoperasikan Asrama Haji Medan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 yang bergejala ringan dan sedang dengan kapasitas kamar tidur sebanyak 400 tempat tidur.  Asrama Haji Medan Kembali Difungsikan Sebagai Tempat Isolasi Terpusat
Petugas membersihkan kamar Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/8/2021). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengoperasikan Asrama Haji Medan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 yang bergejala ringan dan sedang dengan kapasitas kamar tidur sebanyak 400 tempat tidur. Asrama Haji Medan Kembali Difungsikan Sebagai Tempat Isolasi Terpusat

IHRAM.CO.ID, MEDAN -- Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) kembali memfungsikan Asrama Haji di Kota Medan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 karena kasus penularan Covid-19 di wilayahnya meningkat.

 

Terkait

"Akan diberlakukan segera hari ini," kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau asrama haji di Kota Medan, Senin (21/2/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan fasilitas isolasi terpusat (isoter) asrama haji akan diprioritaskan bagi penderita Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. "Kalau ini penuh, nanti akan dibuka isoter lainnya," katanya.

Edy meminta pemerintah daerah di 33 kabupaten dan kota menyiapkan fasilitas isolasi terpadu bagi penderita Covid-19 guna mencegah penularan penyakit meluas. "Sehingga kita bisa cek kondisi masyarakat yang terpapar dan bisa segera melakukan tindakan-tindakan penanganan," katanya.

Menurut dia, jumlah penderita Covid-19 yang masih menjalani isolasi mandiri (isoman) di Sumatra Utara sekitar 14.500 orang. Edy mengimbau warga yang terserang Covid-19 melakukan karantina di fasilitas isolasi terpadu yang disediakan oleh pemerintah karena melakukan isolasi mandiri di rumah bisa meningkatkan risiko penularan virus ke anggota keluarga.

"Karena isoman ini bisa timbul klaster keluarga," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini