Rabu 23 Feb 2022 06:34 WIB

Perempuan Saudi Kini Bisa Menjadi Pramugari di Maskapai Nasional

Maskapai Saudia menetapkan kefasihan bahasa Inggris sebagai persyaratan pramugari.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Dwi Murdaningsih
Akademi Penerbangan Pangeran Sultan di Jeddah, mulai melatih pramugari wanita Arab Saudi dua tahun lalu.
Foto: Arab News/Huda Bashatah
Akademi Penerbangan Pangeran Sultan di Jeddah, mulai melatih pramugari wanita Arab Saudi dua tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Perempuan Saudi berusia 20-30 tahun mulai saat ini bisa melamar pekerjaan sebagai pramugari di maskapai nasional milik Kerajaan Arab Saudi, Saudia. Maskapai menetapkan pendidikan menengah dan kefasihan berbahasa Inggris sebagai kualifikasi minimal untuk pekerjaan itu.

Kandidat yang terpilih harus menyelesaikan tahapan dan tes penerimaan. Selain itu, sebagaimana dilansir Gulf News, Selasa (22/2/2022), mereka juga harus menjalani pelatihan selama dua bulan dan menjalani pemeriksaan medis.

Baca Juga

 
Pada 2020 lalu, Flynas, sebuah maskapai penerbangan swasta Saudi yang berbiaya rendah, mulai merekrut wanita Saudi untuk bekerja sebagai pramugari. Maskapai swasta tersebut menciptakan peluang kerja baru bagi wanita. Ini adalah yang pertama di antara maskapai Saudi yang merekrut wanita di posisi senior.

Di bawah Program Transformasi Nasional Visi Saudi 2030, pemberdayaan perempuan dan peningkatan partisipasi mereka dalam angkatan kerja adalah tujuan utama. Selain lowongan pramugari, lowongan pekerjaan di sektor lain, misalnya lowongan untuk menjadi masinis wanita di Arab Saudi.

Dalam lowongan masinis perempuan itu, ada 28 ribu perempuan yang mengirim lamaran. Perubahan penting dalam ekosistem Saudi ini terjadi setelah langkah-langkah rumit diambil untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak perempuan di seluruh sektor, dan terutama, dalam angkatan kerja Kerajaan.

Hal tersebut termasuk undang-undang untuk menghentikan diskriminasi dalam kerangka kerja dan menetapkan sejumlah hak dan kewajiban atas dasar kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

 
Di antaranya, berdasarkan strategi pemberdayaan perempuan yang dibagikan di Portal Nasional Saudi untuk Layanan Pemerintah, yaitu upah yang sama dalam hal nilai dan kualitas kerja yang sama, kesetaraan penuh dalam pencarian bantuan kerja, dan dalam program pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement