Kamis 24 Feb 2022 16:11 WIB

Kapolri Dorong Percepatan Vaksinasi Kedua dan Booster untuk Masyarakat

Menurut Jenderal Listyo, kasus Omicron di luar Jawa-Bali trennya mulai naik.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Foto: Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong percepatan pemenuhan target vaksinasi Covid-19 dosis kedua dan dosis penguat (booster). "Ini menjadi sesuatu yang harus dan didorong untuk meyakinkan bahwa masyarakat kita memiliki kesiapan dan imunitas sehingga bisa terhindar dari risiko yang pernah terjadi," kata Listyo dalam siaran di Jakarta, Kamis (24/2/2022).

Saat meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatra Selatan, Listyo mendapatkan laporan target pencapaian laju suntikan harian, meningkat menjadi 90 ribu dosis, dari yang biasanya di angka 50 ribu-60 ribu dosis. Dia mengingatkan, masyarakat penularan kasus Covid-19 varian Omicron masih mengalami peningkatan, bahkan mulai bergeser ke wilayah luar Jawa dan Bali.

Baca Juga

"Walaupun Jawa-Bali masih tinggi, tapi trennya menurun. Sementara di luar Jawa-Bali trennya mulai naik. Dan kalau kita lihat, angka kematian nasionalnya juga meningkat," jelas mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri tersebut.

Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan sebelum penularan varian Omicron meningkat. Di antaranya, dengan melaksanakan vaksin Covid-19 dosis penguat setelah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. "Ini penting karena kita pernah mengalami laju varian Delta yang sangat tinggi dan dampaknya saat itu luar biasa. Tingkat kematian saat itu tinggi," kata Listyo.

Dia menyebutkan, angka kematian akibat varian Omicron saat ini masih rendah, yakni sekitar dua sampai tiga persen. Namun, hal itu tentu akan mengganggu aktivitas masyarakat dan tetap berisiko bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang belum mendapatkan vaksin dosis lengkap.

Listyo mengatakan, target capaian penerima vaksin diharapkan meningkat, dengan dosis kedua mencapai 70 persen dan dosis pertama hingga 90 persen. "Baru saja hari ini saya didampingi Pak Gubernur, Kapolda dan Pangdam, meninjau langsung kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Kabupaten OKI, Sumatra Selatan. Hari ini dilaksanakan vaksinasi sebanyak 2.000 orang," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement