Kamis 24 Feb 2022 16:52 WIB

PPKM Level 4, Mobilitas Warga di Cirebon Dibatasi

Pembatasan di antaranya dilakukan melalui pemeriksaan kartu vaksin di empat titik.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah
Petugas melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha di masa PPKM Darurat di Kota Cirebon
Foto: dok diskominfo kota Cirebon
Petugas melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha di masa PPKM Darurat di Kota Cirebon

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Mobilitas warga yang masuk ke Kota Cirebon dibatasi. Hal itu menyusul penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Cirebon.

Pembatasan di antaranya dilakukan melalui pemeriksaan kartu vaksin di empat titik perbatasan bagi pengguna kendaraan. Adapun empat titik perbatasan itu, yakni di depan eks gedung Bakorwil, bundaran Kedawung, Kalijaga dan Penggung.

Baca Juga

Kasatlantas Polres Cirebon Kota, AKP Triyono Raharja, mengatakan, setiap kendaraan yang akan masuk ke wilayah Kota Cirebon di empat titik perbatasan itu akan dihentikan. Selanjutnya, petugas mengecek kartu vaksin dari para pengguna kendaraan. Jika pengguna kendaraan tidak memiliki kartu vakisn, maka petugas akan memeriksa bukti lainnya. Yakni, surat antigen yang berlaku H-1. "(Kalau tidak bisa menunjukkan keduanya), kendaraan akan diputarbalikkan," tegas Triyono, Kamis (24/2).

Triyono mengungkapkan, pemeriksaan kartu vaksin dan surat antigen itu dimaksudkan untuk menekan mobilitas masyarakat di Kota Cirebon yang kini masuk PPKM level 4. Hal tersebut juga untuk memastikan masyarakat yang beraktivitas di Kota Cirebon terlindungi dari paparan Covid-19 dengan sudah divaksin.

Triyono menambahkan, pemeriksaan itu akan berlangsung setiap hari pada Senin sampai Jumat. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu, diterapkan pola ganjil genap kendaraan

Seperti diketahui, Kota Cirebon kembali menerapkan PPKM level 4 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2022 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengungkapkan, tingkat mobilitas masyarakat di Kota Cirebon sangat tinggi, terutama pada siang hari. Dia menyebutkan, pada siang hari, Kota Cirebon didatangi lebih dari satu juta orang dari berbagai daerah, terutama daerah tetangga, untuk melakukan aktivitas perekonomian.

Hal itu dikarenakan Kota Cirebon merupakan pusat  kegiatan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). "Kota Cirebon masuk level 4 merupakan risiko karena posisinya merupakan kota yang selalu didatangi," tukas Azis, Rabu (23/2).

Untuk itu, pembatasan pun dilakukan guna menekan mobilitas masyarakat. Di antaranya dengan pengecekan kartu vaksin maupun penerapan ganjil genap kendaraan. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement