Selasa 01 Mar 2022 07:27 WIB

Delegasi Ukraina Tiba di Perbatasan Belarus untuk Berdialog dengan Rusia 

Pembicaraan akan fokus pada pencapaian gencatan senjata segera.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
 Dalam foto yang diambil dari video yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara kepada bangsa di Kyiv, Ukraina, Minggu, 27 Februari 2022. Pertempuran jalanan pecah di kota terbesar kedua di Ukraina pada hari Minggu dan pasukan Rusia ditempatkan meningkatnya tekanan pada pelabuhan-pelabuhan strategis di selatan negara itu menyusul gelombang serangan terhadap lapangan terbang dan fasilitas bahan bakar di tempat lain yang tampaknya menandai fase baru invasi Rusia.
Foto: Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via AP
Dalam foto yang diambil dari video yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara kepada bangsa di Kyiv, Ukraina, Minggu, 27 Februari 2022. Pertempuran jalanan pecah di kota terbesar kedua di Ukraina pada hari Minggu dan pasukan Rusia ditempatkan meningkatnya tekanan pada pelabuhan-pelabuhan strategis di selatan negara itu menyusul gelombang serangan terhadap lapangan terbang dan fasilitas bahan bakar di tempat lain yang tampaknya menandai fase baru invasi Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Delegasi Ukraina telah tiba di perbatasan Belarus untuk melakukan pembicaraan dengan perwakilan Rusia pada Senin (28/2/2022). Kantor Kepresidenan Ukraina mengatakan, pembicaraan akan fokus pada pencapaian gencatan senjata segera.

Delegasi Ukraina yang ikut dalam pembicaraan tersebut di antaranya Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov, dan penasihat presiden Mykhailo Podolyak. “Masalah utama dari pembicaraan itu adalah gencatan senjata segera dan penarikan pasukan dari Ukraina,” ujar pernyataan Kantor Kepresidenan Ukraina, dilansir Alarabiya. 

Baca Juga

Sebelumnya perunding Rusia, Vladimir Medinsky mengatakan, Moskow tertarik untuk mencapai kesepakatan yang menjadi kepentingan kedua belah pihak dalam pembicaraan dengan Ukraina.

Pembicaraan itu terjadi setelah panggilan telepon antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Zelenskyy mengaku skeptis dengan hasil pembicaraan antara delegasi Ukraina dan Rusia.

"Saya tidak terlalu yakin dengan hasil pertemuan ini, tapi biarkan mereka mencoba,” kata Zelenskyy.

Kyiv awalnya enggan mengirim delegasi ke Belarus, karena negara itu berperan sebagai fasilitator dalam serangan Rusia ke Ukraina. Sebelum serangan tersebut meletus, Rusia menggelar latihan gabungan dengan pasukan Belarus di dekat perbatasan Ukraina. Selain itu, Presiden Lukashenko pernah menyatakan bahwa, Belarus akan mendukung Rusia jika situasi tidak terkendali. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement