Selasa 08 Mar 2022 17:08 WIB

Warga Palestina Keluhkan Harga Bahan Makanan di Jalur Gaza Melonjak

Hamas mengatakan kenaikan harga makanan ipengaruhi konflik Rusia-Ukraina.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pedagang sayur di Gaza. Warga Palestina Keluhkan Harga Bahan Makanan di Jalur Gaza Melonjak
Foto: IRIN
Pedagang sayur di Gaza. Warga Palestina Keluhkan Harga Bahan Makanan di Jalur Gaza Melonjak

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Makanan dan bahan bakar di Jalur Gaza yang terkepung mengalami lonjakan harga. Tepung, gula, beras, gandum, ayam, sayuran, dan bahan bakar adalah di antara bahan pokok yang mengalami peningkatan yang mengejutkan dan menghantam penduduk miskin di Gaza.

Seorang penduduk Kota Gaza, Mohammed Doghmush mengatakan sangat terkejut ketika mengetahui harga 30 kilogram tepung naik dari 7,7 dolar AS (Rp 110 ribu) menjadi 12,4 dolar AS (Rp 178 ribu).

Baca Juga

Ayah enam anak berusia 45 tahun itu mengatakan dia membutuhkan setidaknya 90 kilogram tepung untuk memberi makan keluarganya dan harga yang hampir dua kali lipat akan memukul pendapatannya dengan keras.

"Saya seorang pedagang dan saya sudah kesulitan mendapatkan enam dolar AS (Rp 86 ribu) sehari, yang bahkan tidak dapat membantu saya menjaga keluarga saya tetap bertahan. Jadi, apa yang harus saya lakukan dengan harga setinggi itu," keluh pria itu dilansir dari Al Araby, Selasa (8/3/2022).

Warga Gaza lainnya, Fatima Al-Shaer mengatakan dia terpaksa membeli jumlah yang lebih kecil dari kebutuhan biasanya karena inflasi. Ibu tiga anak ini mengatakan satu kilogram tomat seharga satu dolar AS (Rp 14 ribu), tetapi sekarang dijual seharga 2,50 dolar (Rp 35 ribu). Selain itu, harga satu kilogram ayam naik dari 2,3 dolar (Rp 33 ribu) menjadi 3,5 dolar AS (Rp 50 ribu).

"Tidak ada warga yang dapat menerima kenaikan harga yang keterlaluan ini," kata Shaer.

Dia mendesak otoritas lokal yang dikelola Hamas menyesuaikan harga di pasar lokal, terutama sebelum awal bulan suci Ramadhan. Kementerian ekonomi yang dikelola Hamas mengatakan kenaikan harga tidak terbatas pada Jalur Gaza, tetapi dialami di seluruh dunia karena konflik Ukraina-Rusia dan ketidakstabilan nilai tukar dolar terhadap shekel Israel.

Seorang pejabat di kementerian, Osama Nofal, mengatakan kepada The New Arab bahwa dia mengikuti dengan cermat laporan kenaikan harga makanan dan bahan bakar. Menurutnya, kementerian terus bekerja untuk mencegah pedagang mengeksploitasi pelanggan dan mengambil keuntungan atas kenaikan tersebut.

Menurut Monitor Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, sekitar 1,5 juta warga Gaza menjadi miskin di tengah pengepungan Israel. Pada 2006, Israel memberlakukan blokade di daerah kantong pantai setelah Hamas, sebuah kelompok Islam Palestina, memenangkan pemilihan umum di wilayah tersebut.

Keberhasilan pemilihan mereka mengakibatkan bentrokan dengan saingan dari Fatah, gerakan yang menjalankan Otoritas Palestina (PA). Israel  emakin memperketat blokadenya terhadap Gaza setelah Hamas secara paksa mengambil alih wilayah itu dari Fatah pada 2007.

https://english.alaraby.co.uk/news/palestinians-gaza-strip-hit-surging-food-fuel-prices

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement