7.851 Penceramah Agama Ikuti Penguatan Kompetensi Sejak 2020

Kamis , 10 Mar 2022, 05:58 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
7.851 Penceramah Agama Ikuti Penguatan Kompetensi Sejak 2020. Foto: Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, pernyataan Menteri Agama (Menag) harus dilihat secara utuh.
7.851 Penceramah Agama Ikuti Penguatan Kompetensi Sejak 2020. Foto: Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, pernyataan Menteri Agama (Menag) harus dilihat secara utuh.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) telah menggulirkan program penguatan kompetensi penceramah agama sejak 2020. Hingga saat ini, program tersebut diikuti 7.851 penceramah di seluruh provinsi di Indonesia. 

 

Terkait

"Pelaksanaan program penguatan kompetensi melibatkan para ulama, akademisi dan ormas Islam," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, dalam keterangan resminya yang didapat Republika, Kamis (10/3).

Baca Juga

Program ini disebut juga melibatkan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta mitra Kementerian Agama lainnya.

Kamaruddin menyebut Kemenag berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut, demi menguatkan kehidupan beragama yang rukun di tanah air.

Program ini bersifat sukarela atau voluntary. Peserta yang ikut adalah mereka yang mendapatkan rekomendasi dari ormas Islam, majelis taklim dan lembaga keagamaan Islam lainnya.

“Tahun ini kami menargetkan pelatihan bagi 3.500 penceramah agama. Kami akan terus mengawal progam ini dengan menghadirkan narasumber yang otoritatif di bidang keilmuan masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat memberi pencerahan yang memadai kepada peserta,” ujar dia.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapat sejumlah materi terkait wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, serta relasi agama, negara dan budaya. Materi lainnya berkenaan dengan isu aktual keagamaan, literasi media digital, penanggulangan terorisme, hingga strategi dakwah kepada generasi milenial.

Tujuan program ini agar seluruh peserta yang ikut semakin meningkatkan kompetensi dalam berdakwah, baik dari aspek materi, metodologi, maupun wawasan kebangsaan.

"Mereka siap memberi ceramah di mana saja, dengan materi dakwah yang menguatkan kehidupan keagamaan yang rukun, toleran, dan damai di tanah air,” lanjutnya.

Kemenag, lanjut Kamaruddin, membuka ruang bagi pihak manapun yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait penceramah agama yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh peserta telah dibekali sertifikat sebagai bukti pelatihan.

Selain penguatan kompetensi penceramah agama, Kemenag juga membina 50 ribu tenaga Penyuluh Agama Islam (PAI) di seluruh Indonesia.

Para penyuluh bertugas memberi bimbingan keagamaan kepada umat Muslim melalui berbagai media pengajian, majelis taklim, hingga lembaga permasyarakatan, dengan materi dakwah yang menguatkan paham keagamaan Islam yang moderat dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini