Kamis 10 Mar 2022 16:56 WIB

Polisi Pastikan Jumlah Korban Pencabulan Sopir Bajaj di Jaktim

Polisi memastikan korban pencabulan sopir bajaj hanya satu orang.

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan
Ilustrasi Pemerkosaan
Foto: Republika On Line/Mardiah diah
Ilustrasi Pemerkosaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi memastikan jumlah korban pencabulan yang dilakukan oleh sopir bajaj berinisial D (53) di Jakarta Timur hanya satu anak. Awalnya korban diduga berjumlah tiga anak di bawah umur dan satu di antaranya telah berbadan dua. Hal itu diketahui usai dilakukan visum terhadap ketiga terduga korban.

"Hasil pemeriksaan rumah sakit yang dua diduga korban ternyata bukan korban pencabulan. Jadi (korban) pencabulan hanya satu yang hamil saja," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono saat dikonfirmasi, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga

Menurut Budi, pelaku telah melakukan aksi bejatnya itu sejak September 2021. Pengakuan pelaku melakukan tindakan pemerkosaan terhadap anak, karena dirinya merasa kesepian tidak ada istri. Akibatnya korban yang masih berusia 13 tahun pun diduga telah hamil lima bulan.

"Nggak ada motif. Hanya karena supir bajaj tidak ada istri," tutur Budi.

Sementara modus yang digunakan korban dalam melancarkan aksi bejadnya, tersangka mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang. Pengakuannya, korban dijanjikan Rp uang sebanyak Rp 50 ribu. Korban juga dipastikan tak memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Sebelumnya, tersangka D diduga mencabuli tiga anak di bawah umur. Akibat perbuatan bejadnya, satu korban telah berbadan dua. Pelaku D ditangkap di Jalan Sawah Barat, RT 02/01, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Selasa (8/3) malam.

"Kemarin diamankan Polsek Duren Sawit terus dibawa ke Polres Metro Jaktim. Salah satu korban hamil. Kalau dari pengakuan pelaku sudah ada pengakuan," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono kepada awak media, Rabu (9/3).

Menurut Sartono, dari pengakuan pelaku, korban telah mencabuli korban lebih dari 10 kali. Namun penyidik masih menggali keterangan korban maupun pelaku. Penyidik juga masih masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait tindakan yang dilakukan oleh sopir bajaj.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement