Selasa 15 Mar 2022 08:20 WIB

Pabrik Pesawat Terbesar Ukraina Diserang, Dua Orang Tewas

Pabrik pesawat Antonov merupakan pabrik pesawat terbesar di Ukraina

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Antonov-225 Mriya (Dream) Ukraina, pesawat terberat dan terbesar di dunia, melakukan uji pendaratan di landasan baru di bandara di Donetsk, Ukraina pada 26 Juli 2011.
Foto: AP/Sergey Vaganov
Antonov-225 Mriya (Dream) Ukraina, pesawat terberat dan terbesar di dunia, melakukan uji pendaratan di landasan baru di bandara di Donetsk, Ukraina pada 26 Juli 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, LVIV — Pihak berwenang Ukraina mengatakan dua orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan Rusia pada pabrik pesawat. Sementara satu orang tewas saat gedung tempat tinggal juga ditembaki.

Pabrik pesawat Antonov merupakan pabrik pesawat terbesar di Ukraina dan terkenal karena banyak memproduksi pesawat-pesawat terbesar di dunia.

Baca Juga

Pada Senin (14/3/2022) pemerintah kota Kiev mengatakan serangan Rusia memicu kebakaran besar di pabrik tersebut. Satu orang tewas dan tiga lainnya terluka ketika gedung tempat tinggal juga ditembak.

Kantor kepresidenan Ukraina mengatakan pertempuran berlanjut di barat, timur laut, timur dan barat laut Kiev. Pejabat daerah bersiap untuk menerima pengungsi dari kota-kota yang diserang.

Sepanjang malam surat alarm serangan udara bergema di kota-kota seluruh Ukraina. Mulai dari perbatasan Rusia di sebelah timur sampai Pegunungan Carpathian di barat.

Serangan udara menghantam gedung pemukiman di Kota Mykolaiv serta sebelah timur Kota Kharkiv. Menghancurkan menara televisi di wilayah Rivne di barat laut. Suara ledakan terus terdengar di pelabuhan Kherson yang kini dikuasai Rusia.

Kota Chernihiv juga dihantam tiga serangan udara sepanjang malam. Sebagian besar kota tidak memiliki pemanas. Beberapa daerah tidak dialiri listrik selama berhari-hari. Petugas mencoba mengalirkan kembali listrik tapi mereka kerap menjadi korban serangan.

Pemerintah mengumumkan bantuan kemanusian dan koridor kemanusiaan baru. Walaupun rencana serupa pekan lalu mengalami kegagalan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement