Selasa 15 Mar 2022 12:10 WIB

Minat Booster Rendah, Wagub DKI: Kita akan Terus Proaktif

Wagub DKI khawatirkan penyebaran Omicron karena minat booster yang rendah

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Ahmad Riza Patria, mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menggalakkan vaksinasi booster di setiap kesempatan. Hal itu, kata dia, mengingat minat vaksinasi booster di DKI Jakarta yang tetap rendah.
Foto: Republika/Flori Sidebang
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Ahmad Riza Patria, mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menggalakkan vaksinasi booster di setiap kesempatan. Hal itu, kata dia, mengingat minat vaksinasi booster di DKI Jakarta yang tetap rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menggalakkan vaksinasi booster di setiap kesempatan. Hal itu, kata dia, mengingat minat vaksinasi booster di DKI Jakarta yang tetap rendah.

“Kami minta semua pihak mendukung pelaksanaan vaksin booster. Pasti kita juga akan terus proaktif,” kata Riza kepada awak media, kemarin malam. 

Pelaksanaan itu, kata dia, akan tetap dilakukan dengan dukungan pihak swasta hingga TNI-Polri. Sebab, dikatakan dia, vaksinasi tahap ketiga tersebut menjadi kebutuhan bersama mencapai tahap endemi di Indonesia.

“Apalagi diberikannya secara gratis. Harusnya masyarakat berbondong-bondong memastikan. Apalagi kita tau Omicron itu penularannya lebih cepat salah satu kuncinya adalah vaksin booster,” jelasnya. 

Ditanya kekhawatiran vaksin kadaluwarsa, Riza tak menampiknya. Meskipun, kata Riza, vaksinasi dosis satu hingga tiga di Provinsi DKI Jakarta hingga kini menjadi daerah terbanyak penyumbang cakupan secara nasional.

“Tapi, jangan sampai susah-susah dan mahal-mahal kita beli vaksin tapi masyarakatnya belum semua (divaksin)” jelasnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, animo vaksinasi booster di DKI Jakarta hingga kini masih tak setinggi vaksin primer dosis satu dan dua. Dia berharap, warga bisa mendapatkan booster apapun yang telah disediakan di tempat-tempat fasilitas kesehatan yang disediakan.

Ditanya kendala vaksinasi yang rendah, kata dia, ada beragam alasan dari warga. Namun utamanya, warga yang memilih jenis vaksinasi tertentu di setiap sentra.

“Kami kan vaksinnya mendapatkan dari Kemenkes, dan semua vaksin yang beredar sudah direkomendasikan aman. Jadi kita jangan membedakan jenis vaksin,” kata Widyastuti saat ditemui di Balai Kota DKI, Selasa (8/3). 

Dia menegaskan, apapun jenis vaksin yang tersedia, agar bisa dimanfaatkan masyarakat secara umum. Terlebih, saat semua jenis vaksin dinilainya aman dan tak memiliki kontradiksi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement