Sabtu 19 Mar 2022 13:21 WIB

Perkuat Peran Masjid, Kemenag akan Lakukan Pemetaan Potensi Masjid

Kemenag menyebut pemetaan potensi masjid bertujuan memperkuat peran masjid

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag Adib mengatakan pemetaan potensi masjid bertujuan memperkuat peran masjid.
Foto: Kemenag
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag Adib mengatakan pemetaan potensi masjid bertujuan memperkuat peran masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemetaan potensi masjid. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag Adib mengatakan pemetaan potensi masjid ini bertujuan memperkuat peran masjid.

“Kami akan melakukan pemetaan masjid salah satunya terkait potensi pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kami ingin memetakan masjid-masjid yang berpotensi bisa memberdayakan ekonomi umat. Kami nantinya akan menggandeng BAZNAS, BWI, hingga CSR perusahaan BUMN,” kata Adib dalam keterangannya, Jumat (14/3/2022).

Baca Juga

Dia menjelaskan hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi keumatan melalui peran masjid. Apalagi, menurut mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini, Menteri Agama mencanangkan masjid menjadi pusat peradaban Islam.

“Pak Menteri punya gagasan besar yaitu menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia. Jadi roadmap penguatan peran masjid yang disusun itu orientasinya mendukung gagasan Pak Menteri tadi,” jelasnya.

Selama ini, masjid dikategorikan dalam beberapa hal seperti masjid nasional, masjid raya, masjid agung, masjid jami, masjid bersejarah, hingga masjid di tempat publik. “Dari data SIMAS, masjid di Indonesia jumlahnya ada 288.653 unit, di sana ada potensi untuk menguatkan ekonomi umat,” ujarnya.

“Kita ke masjid tidak hanya untuk sholat berjamaah, tetapi juga bagaimana kita berkontribusi menangani persoalan-persoalan keumatan. Sudah tidak asing lagi misalnya ketika terjadi bencana, masjid menjadi tempat kumpul, bahkan menjadi pusat informasi, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement