Selasa 22 Mar 2022 06:15 WIB

Menag: Indonesia Perlu Digitalisasi Layanan Jamaah Haji dan Umroh

Haji umroh Menag : Indonesia Perlu Digitalisasi Layanan Jamaah

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Menag: Indonesia Perlu Digitalisasi Layanan Jamaah Haji dan Umroh. Foto: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merilis aplikasi mobile Haji Pintar. Dengan aplikasi ini calon jamaah haji dapat mendaftar haji secara online.
Foto: Kemenag
Menag: Indonesia Perlu Digitalisasi Layanan Jamaah Haji dan Umroh. Foto: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merilis aplikasi mobile Haji Pintar. Dengan aplikasi ini calon jamaah haji dapat mendaftar haji secara online.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut Indonesi perlu segera mengubah layanan jamaah ke arah digitalisasi. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Konferensi dan Pameran Layanan Haji dan Umroh di Jeddah, Senin (21/3).

Agenda Konferensi dan Pameran ini, atau Mu'tamar wa Ma'radl Khidamaatil Hajj wal 'Umrah dibuka oleh Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq F Al-Rabiah. Turut hadir Gubernur Makkah Pangeran Khalid bin Faishal Abdul Aziz, serta lebih 20 menteri agama dari berbagai negara.

Baca Juga

Usai pembukaan, Menag meninjau stan pameran Indonesia. Di lokasi ini, tersedia layanan informasi seputar sejarah penyelenggaraan haji dan umroh. Ada sejumlah paspor dan gelang jamaah haji dari masa ke masa.

Dihadirkan juga sepeda motor astrea tujuh tiga atau Astuti, yang biasa digunakan di Mina saat operasional penyelenggaraan ibadah haji. Kendaraan roda dua ini digunakan untuk mengantar jamaah dari tenda misi haji Indonesia ke tenda jamaah.

Terkait layanan jamaah, Menag menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, mulai mekanisme deteksi jamaah hingga manasik. Menag ingin ke depan, layanan sudah berbasis digital.

"Ke depan saya harap layanan jamaah sudah berbasis digital dan lebih fleksibel. Misalnya, gelang yang juga bisa untuk memantau pergerakan jamaah sekaligus memitigasi jamaah tersesat. Atau, bagaimana dibuat inovasi untuk membantu jamaah usia lanjut," ujar Gus Yaqut, Selasa (22/3).

Selanjutnya, ia juga menyoroti kemungkinan kerja sama dalam pengembangan teknologi mutakhir.

Menag menilai proses transformasi digital dalam layanan haji harus segera diwujudkan. Terlebih, kemajuan transformasi yang disiapkan Arab Saudi juga sangat bagus.

"Saya tadi melihat pameran Liga Arab Dunia, dan tampak sekali transformasi digital layanan jamaah sudah mereka siapkan," lanjut Menag.

Lebih dari itu, mereka disebut sudah mengembangkan manasik metaverse dan sempat dicoba Menag. Hal ini menurutnya cukup menginspirasi.

"Kita harus segera melalukan adopsi dan adaptasi demi meningkatkan kualitas layanan jemaah," ujar dia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menyambut baik gagasan Menag untuk mempercepat proses transformasi digital, dengan tujuan untuk memberi kemudahan layanan bagi jamaah umroh.

"Proses transformasi layanan digital akan segera kami lakukan. Tujuannya satu, memberikan kemudahan dan mempercepat layanan bagi jemaah haji dan umrah. Ini sesuai juga dengan tema Hari Amal Bhakti Kemenag yang dicanangkan Gus Menteri," ujar Hilman.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement