Ahad 27 Mar 2022 08:33 WIB

PM Shtayyeh Berterima Kasih Dukungan Emir Qatar untuk Palestina

Dukungan untuk warga Palestina dari Syekh Tamim muncul selama pertemuan forum Doha

Rep: Alkhaledi kurnialam/ Red: Esthi Maharani
 Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengucapkan terima kasih kepada Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani atas pernyataan dukungannya kepada Palestina.
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengucapkan terima kasih kepada Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani atas pernyataan dukungannya kepada Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID,DOHA – Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammad Shtayyeh mengucapkan terima kasih kepada Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani atas pernyataan dukungannya kepada Palestina. Pernyataan dukungan untuk hak warga Palestina dari Syekh Tamim muncul selama pertemuan di forum Doha, Sabtu (26/4/2022).

Shtayyeh dalam pertemuannya dengan Emir Qatar, menjelaskan tentang tantangan politik dan ekonomi yang dihadapi rakyat Palestina. Ia berterima kasih kepada Emir atas sambutannya dala. pembukaan Forum Doha di mana ia mencatat “jutaan orang Palestina yang telah menderita dari pendudukan Israel dan pengabaian internasional selama lebih dari tujuh dekade."

Syekh Tamim menekankan bahwa komunitas internasional telah gagal untuk memberikan keadilan' kepada Palestina dan orang-orang lain di wilayah tersebut. Ia juga menolak menyamakan mengkritik kebijakan Israel dengan anti-Semitisme.

“Tuduhan anti-Semitisme digunakan secara salah terhadap siapa pun yang mengkritik kebijakan Israel,” katanya, seraya menambahkan bahwa itu “melanggar perjuangan melawan rasisme dan anti-Semitisme yang sebenarnya.”

Sementara Shtayyeh menyebutkan berbagai pelanggaran Israel kepada warga dan tanah Palestina. “Israel secara sistematis menghancurkan kemungkinan mendirikan negara Palestina dengan meningkatkan pemukiman, merebut tanah dan menghancurkan rumah-rumah,” kata Shtayyeh selama pertemuan, menjelaskan bahwa upaya sedang dilakukan, yang dipimpin oleh Aljazair, untuk memulihkan persatuan Palestina.

Shtayyeh juga memberi penjelasan kepada Emir Qatar tentang situasi keuangan dan ekonomi yang sulit di Palestina. Menurutnya, pemotongan dana yang dilakukan Israel secara ilegal, dari pendapatan pajak yang dikumpulkannya atas nama Palestina dan penurunan bantuan internasional telah membuat Otoritas Palestina menghambat aktivitas pemerintahan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement