Kamis 31 Mar 2022 11:57 WIB

Citra Satelit Catat Gerakan tak Biasa dari Kapal Selam Korut

Kapal selam itu terlihat bergerak keluar dari bawah kanopi yang biasanya menutupinya.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi kapal selam. Citra satelit baru dari Galangan Kapal Sinpo Selatan telah menunjukkan gerakan tidak biasa dari kapal selam rudal balistik eksperimental Korea Utara (Korut) dalam laporan Rabu (30/3/2022).
Foto: EPA-EFE/ERDEM SAHIN
Ilustrasi kapal selam. Citra satelit baru dari Galangan Kapal Sinpo Selatan telah menunjukkan gerakan tidak biasa dari kapal selam rudal balistik eksperimental Korea Utara (Korut) dalam laporan Rabu (30/3/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Citra satelit baru dari Galangan Kapal Sinpo Selatan menunjukkan gerakan tidak biasa dari kapal selam rudal balistik eksperimental Korea Utara (Korut) dalam laporan Rabu (30/3/2022). Ini mengindikasikan kemungkinan uji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) di masa depan.

"Foto satelit yang dikumpulkan pada 22 Maret menunjukkan pergerakan yang tidak biasa dari kapal selam rudal balistik eksperimental (SSBA) 8,24 Yongung (August 24th Hero) di dalam dek kapal yang aman," kata Beyond Parallel, sebuah proyek dari Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington dalam sebuah laporan yang dirilis di situs webnya, dikutip laman Yonhap News Agencies, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga

Pemantau AS itu mengatakan, kapal selam itu terlihat bergerak keluar dari bawah kanopi yang biasanya menutupinya. Pihaknya menambahkan, tujuan tepat untuk memindahkan kapal selam tidak diketahui.

Namun menurut catatan mereka, pergerakan ini kemungkinan terkait modifikasi yang sedang berlangsung, pekerjaan perbaikan yang berkelanjutan, persiapan untuk uji coba rudal balistik SLBM yang diluncurkan kapal selam, komponen dari rencana penipuan strategis, atau kombinasi dari semua ini.

"The 8.24 Yoyung memainkan peran penting dalam pengembangan SLBM, teknologi kapal selam rudal balistik, dan prosedur operasional. Ini juga merupakan alat yang sangat diperlukan untuk pelatihan langsung dari kapal selam baru," katanya.

Korut menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pekan lalu. Ini menandai peluncuran ICBM pertamanya dalam lebih dari empat tahun sejak November 2017.

Pyongyang telah mempertahankan moratorium uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang diberlakukan sendiri sejak saat itu. Namun pada Januari Korut mengatakan, bahwa mereka dapat memulai kembali semua kegiatan yang ditangguhkan sementara.

Laporan sebelumnya mengatakan Korut mungkin sedang memperbaiki terowongan bawah tanah di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri yang konon dibongkar oleh Pyongyang pada 2018. Perbaikan ini mengindikasikan dimulainya kembali uji coba nuklirnya yang akan datang.

Hingga saat ini, Korut telah melakukan enam uji coba nuklir. Uji coba dilakukan sejak yang terakhir diadakan pada September 2017.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement