Jamaah Umroh Indonesia Resah Pulang tidak Membawa Air Zamzam

Selasa , 12 Apr 2022, 10:35 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Petugas membagikan air zamzam kepada jamaah umroh di Masjidil Haram. Petugas membawa wadah silindris berisi air Zamzam. Tindakan itu untuk membendung penyebaran virus corona (Covid-19).
Petugas membagikan air zamzam kepada jamaah umroh di Masjidil Haram. Petugas membawa wadah silindris berisi air Zamzam. Tindakan itu untuk membendung penyebaran virus corona (Covid-19).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Jamaah umroh asal Indonesia resah dengan kebijakan otoritas penerbangan Saudi GACA tidak mengizinkan pulang membawa air Zamzam. Beredar video di media sosial khususnya group travel haji umroh, petugas sedang meminta jamaah mengeluarkan air zamzam yang sudah dibawa ke bandara Jeddah.

 

Terkait

"Kegelisahan jamaah umroh Indonesia karena pulang tidak membawa air Zamzam," kata Pemilik Firdaus Mulia Abadi (Firdaus Tour) Tri Winarto, kepada Republika, Selasa (12/4).

Tri mengatakan, hari-hari terakhir ini memang jamaah umroh Indonesia tidak boleh membawa Zamzam. Karena pesawat yang mengangkut pulang ke Indonesia dilarang otoritas penerbangan Saudi GAZA untuk membawa Zamzam.

"Kejadian terakhir dapat kita lihat dari video yang beredar jamaah yang naik pesawat Lion Air Zamzamnya dikeluarkan dari konter Zamzam," katanya.

Tri memastikan, maskapai Indonesia seperti Lion dan lain sebagainya tidak bisa disalahkan ketika tidak bisa membawa air Zamzam. Karena memang otoritas penerbangan Saudi yang melarang mereka membawa air Zamzam jamaah.

"Artinya Lion dilarang membawa air Zamzam bukan salah Lion nya tapi regulasi penerbangan Saudi yang melarangnya," katanya.

Sebenarnya kata dis, kejadian ini sudah berlangsung lama. Tepatnya sejak tanggal 8 Januari ketika umrohnya normal dua dibuka pemerintah Indonesia. Penumpang Saudi Airline yang terbang ataupun pulang dari kota Jeddah di bandara baru mereka tidak diizinkan membawa air zamzam.

"Tentu ini menjadi kesedihan bagi jamaah Indonesia," katanya.

Sehingga sekarang ini, kebiasaan mereka para jamaah ketika pulang ke tanah air menjamu tamu dengan memberikan air zamzam tidak bisa dilakukan lagi. Berharap ke depannya kebijakan itu berubah sehingga jamaah dapat membawa 1 galon air zamzam seberat 5 liter. 

"Semoga regulasi berubah sama Indonesia segera mendapatkan air Zamam yang biasa dia bawa satu galon berisi 5 liter air Zamzam," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini