UEA Kirim 50 Ton Bantuan untuk Pengungsi Ukraina di Polandia

Jumat , 15 Apr 2022, 21:35 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Ani Nursalikah
Larisa Pradko, seorang pengungsi dari Kharkiv, menggendong kucingnya Felix setelah melarikan diri dari perang dari negara tetangga Ukraina di perbatasan di Medyka, Polandia tenggara, Rabu, 6 April 2022. UEA Kirim 50 Ton Bantuan untuk Pengungsi Ukraina di Polandia
Larisa Pradko, seorang pengungsi dari Kharkiv, menggendong kucingnya Felix setelah melarikan diri dari perang dari negara tetangga Ukraina di perbatasan di Medyka, Polandia tenggara, Rabu, 6 April 2022. UEA Kirim 50 Ton Bantuan untuk Pengungsi Ukraina di Polandia

IHRAM.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) mengirim pesawat yang membawa 50 ton pasokan makanan dan peralatan medis yang ke Polandia untuk para pengungsi Ukraina. Upaya ini untuk membantu meringankan krisis kemanusiaan pengungsi Ukraina. 

 

Terkait

Pesawat yang diisi dengan bantuan bantuan dilaporkan pergi ke Warsawa, Polandia. Duta Besar UEA untuk Ukraina Salem al-Kaabi menegaskan kembali dukungan UEA untuk mencapai solusi politik dalam perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.  Diplomat Emirat itu juga menekankan keinginan negaranya untuk memperkuat stabilitas regional dan internasional.

Baca Juga

“UEA terus memberikan bantuan berdasarkan [prinsip] solidaritas kemanusiaan untuk membantu orang mengatasi krisis kemanusiaan dan mengurangi penderitaan khususnya perempuan dan anak-anak,” kata Kaabi dilansir dari Al Arabiya, Kamis (14/4/2022).

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik berterima kasih kepada UEA atas upaya dan tanggapan segera untuk membantu tantangan kemanusiaan di Ukraina. Komentar Senik dibuat setelah pertemuan dengan Menteri Negara UEA untuk Kerjasama Internasional Reem binti Ibrahim al-Hashemy.

UEA mengumumkan pada awal Maret mereka akan menyumbangkan bantuan senilai Rp 71 miliar untuk warga sipil Ukraina yang terkena dampak konflik. Rusia meluncurkan serangan multi-cabang di Ukraina pada 24 Februari, yang diklaim oleh Presiden Vladimir Putin sebagai operasi militer khusus.

Namun konflik telah meningkat menjadi invasi militer terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Invasi telah menyebabkan lebih dari 4,6 juta orang melarikan diri ke luar negeri dan membunuh atau melukai ribuan orang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini