Rabu 20 Apr 2022 15:15 WIB

Pengelola Terminal Kalideres akan Pantau Calo Selama Mudik Lebaran

Pengelola Terminal Kalideres memberikan tips agar warga terhindari dari calo

Red: Nur Aini
Sejumlah calon penumpang bus menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (20/4/2022). Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan, Terminal Kalideres terpantau mulai ramai oleh pemudik dengan tujuan Padang, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan diprediksi pada 26 April 2022 menjadi puncak arus mudik di terminal tersebut.
Foto: ANTARA/Fauzan
Sejumlah calon penumpang bus menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (20/4/2022). Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan, Terminal Kalideres terpantau mulai ramai oleh pemudik dengan tujuan Padang, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan diprediksi pada 26 April 2022 menjadi puncak arus mudik di terminal tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola Terminal Kalideres berencana melakukan pemantauan ketat untuk mengantisipasi peredaran calo di lingkungan terminal selama masa mudik Lebaran. Hal itu dinilai merugikan calon penumpang dan perusahaan otobus.

"Kita akan lakukan pemantauan berkeliling untuk mencari calo calo yang beroperasi," kata Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Baca Juga

Menurut Revi, keberadaan calo saat masa mudik seperti saat ini merugikan kedua belah pihak baik penumpang maupun perusahaan otobus (PO) bus. Dari segi penumpang sendiri, warga dipatok harga tiket yang jauh lebih mahal dari harga aslinya. Sedangkan dari sisi PO bus, keberadaan calo tidak akan menguntungkan pihak bus walaupun harga tiket sudah dinaikkan.

Revi pun memberikan tips agar warga terhindar dari calo saat membeli tiket di Terminal Kalideres. Revi mengimbau warga agar membeli tiket dari karyawan PO bus yang menggunakan seragam dan kartu tanda pengenal resmi.

"Karyawan PO bus punya 'id card' dan dia punya seragam. Kalau dia tidak punya ID Card dan tidak pakai seragam itu dipastikan calo," kata Revi.

Selain itu, karyawan PO bus tidak menjual tiket secara langsung kepada penumpang melainkan membawa penumpang ke loket pembelian tiket. Harga tiket yang ditawarkan pun sesuai dengan harga resmi yang ditawarkan setiap PO bus. "Kalau calo kan naikkin harga untuk diri sendiri. Nah, kalau karyawan PO bus dia cuman antar penumpang ke loket saja," kata dia.

Revi melanjutkan, jika dalam hasil pemantauan petugas ada calo yang beroperasi, maka petugas akan berkoordinasi dengan pihak paguyuban PO bus di terminal untuk melakukan tindakan tegas. Sejauh ini, Revi memastikan belum ada temuan calo yang beroperasi di wilayahnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement