Rabu 27 Apr 2022 23:29 WIB

Pemudik di Pelabuhan Tanjung Pandan Meningkat

Jumlah tersebut diprediksi masih akan terus naik pada saat mendekati hari lebaran.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Sejumlah penumpang turun dari kapal (ilustrasi). Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meningkat pada H-5 lebaran dari sebanyak 149 pemudik menjadi 189 pemudik.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA
Sejumlah penumpang turun dari kapal (ilustrasi). Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meningkat pada H-5 lebaran dari sebanyak 149 pemudik menjadi 189 pemudik.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meningkat pada H-5 lebaran dari sebanyak 149 pemudik menjadi 189 pemudik.

"Terhitung H-5 lebaran arus mudik di Pelabuhan Tanjung Pandan mulai mengalami meningkat dari 149 orang pemudik meningkat menjadi 189 orang. Jumlah tersebut diprediksi masih akan terus naik pada saat mendekati hari lebaran," kata Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Kelas IV Tanjung Pandan, Iswandi di Tanjung Pandan, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga

Menurut dia, ratusan pemudik tersebut berangkat menggunakan kapal cepat Express Bahari 3 E dengan tujuan Pelabuhan Pangkal Balam Kota Pangkal Pinang. Iswandi menambahkan, sebagian pemudik memilih berangkat lebih awal menuju kampung halamannya guna menghindari keramaian atau penumpukan penumpang di pelabuhan.

"Kami prediksi arus penumpang akan terus mengalami peningkatan selama beberapa hari ke depan," ujarnya.

Iswandi menambahkan, puncak arus mudik di pelabuhan itu diperkirakan akan berlangsung pada H-3 lebaran. "Sedangkan arus balik kami prediksi akan berlangsung pada H+3 lebaran," katanya.

Ia mengimbau, kepada para pemudik agar dapat melengkapi dokumen perjalanan yang telah diatur sesuai ketentuan. "Kemudian kami imbau agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan selama perjalanan mudik guna mengantisipasi penyebaran Covid-19," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement