Jumat 29 Apr 2022 07:00 WIB

Petugas Kesehatan Haji Diharap Maksimal Cegah Kematian Jamaah

Budi Sylvana: Minta Petugas kesehatan haji Kurangi Angka Kematian Jamaah haji

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil
Petugas Kesehatan Haji Diharap Maksimal Cegah Kematian Jamaah. Foto: Sejumlah jamaah haji Indonesia yang sudah selesai menjalani perawatan inap di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah bersiap untuk kembali  pulang ke pemondokannya, Sabtu (27/7). Hampir setiap hari, KKHI Makkah memulangkan 15-20 orang jamaah yang sudah selesai dirawat ke pemondokannya. Hingga dua pekan jamaah haji yang masuk ke Makkah, KKHI sudah menerima 400-an lebih jamaah yang menjalani perawatan.
Foto: Muhammad Hafil/Republika
Petugas Kesehatan Haji Diharap Maksimal Cegah Kematian Jamaah. Foto: Sejumlah jamaah haji Indonesia yang sudah selesai menjalani perawatan inap di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah bersiap untuk kembali pulang ke pemondokannya, Sabtu (27/7). Hampir setiap hari, KKHI Makkah memulangkan 15-20 orang jamaah yang sudah selesai dirawat ke pemondokannya. Hingga dua pekan jamaah haji yang masuk ke Makkah, KKHI sudah menerima 400-an lebih jamaah yang menjalani perawatan.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA—Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana meminta seluruh pengelola kesehatan haji dan petugas kesehatan haji fokus pada angka kematian jamaah haji. Untuk itu petugas harus terus memberikan edukasi kepada jamaah haji agar mereka bisa menyesuaikan aktivitas ritual ibadah sunah dengan kondisi fisiknya.

"Dalam beberapa tahun ini, problem kita adalah angka kematian Jemaah Haji yang tinggi," kata Budi saat Persiapan Kesehatan Masa Keberangkatan Haji 2022, beberapa hari lalu.

Baca Juga

Menurutnya, sekitar dua permil angka kematian jamaah haji Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain. Artinya harus ada yang diperbaiki dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di bidang kesehatan.

"Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah kelelahan akibat aktifitas ritual ibadah sunnah yang dilakukan oleh jamaah haji yang tidak disesuaikan dengan kondisi fisik mereka," ujarnya.

Budi menghimbau kepada petugas kesehatan haji agar dalam memberikan edukasi disampaikan dengan cara yang sederhana. Sehingga pesan-pesan yang disampaikan mudah diingat dan dimengerti oleh jamaah haji.

"Dengan demikian edukasi yang kita sampaikan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari jamaah selama menjalankan ibadah haji," katanya.

Budi mengatakan, petugas kesehatan harus selalu mengingatkan jamaah haji agar bisa menyesuaikan kondisi fisik dengan ritual ibadah sunah. Jangan sampai karena kelelahan jamaah tidak bisa menjalankan rukun dan wajib hajinya.

"Jamaah harus lebih mementingkan rukun dan wajib haji. Jangan sampai sakit sebelum rukun haji dilaksanakan," pesan Budi.

Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji dengan beberapa persyaratan dan jumlah terbatas. Selain jumlah yang terbatas dan pembatasan usia 65 tahun, pada penyelenggaraan haji tahun ini Kerajaan Arab Saudi juga mewajibkan Vaksinasi Covid-19 lengkap untuk berangkat haji.

Untuk itu jamaah haji segera melakukan vaksinasi booster, apabila jarak waktu telah 3 bulan sejak vaksinasi COVID-19 kedua.

“Agar daya tahan tubuh lebih kuat tidak terkena COVID-19 di Arab Saudi nanti karena akan bertemu dengan 1 juta Jemaah Haji seluruh dunia,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement