Sabtu 30 Apr 2022 04:22 WIB

Meningkatkan Ketaqwaan dan Berbakti Kepada Orang Tua

Meningkatkan Ketaqwaan dan Berbakti Kepada Orang Tua

Rep: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)/ Red: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)
Meningkatkan Ketaqwaan dan Berbakti Kepada Orang Tua - Suara Muhammadiyah
Meningkatkan Ketaqwaan dan Berbakti Kepada Orang Tua - Suara Muhammadiyah

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah -Dalam rangka memperingati bulan suci ramadhan, guna meningkatkan kebersamaan dan kekompakan. Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMABI) Umla mengadakan kegiatan Kajian Ramadhan Bersama pada hari Rabu (27/4/2022) di lantai satu gedung D Umla.

Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Ketakwaan Melalui Berbakti Kepada Orang Tua Dalam Dekapan Ramadhan ” diikuti oleh seluruh mahasiswa kebidanan mulai dari semester dua dan empat juga dihadiri seluruh dosen D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Turut hadir sebagai pemateri kajian Ustadz Fakruddin Arrozi, SH.I, M.S ketua Lazismu Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Diawal Ustadz Fakruddin Arrozi, SHI, MS dalam kesempatan mengutip QS. Al Israa ayat 23

‎وَ قَضٰی رَبُّکَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِیَّاہُ وَ بِالۡوَالِدَیۡنِ اِحۡسَانًا ؕ اِمَّا یَبۡلُغَنَّ عِنۡدَکَ الۡکِبَرَ اَحَدُہُمَاۤ اَوۡ کِلٰہُمَا فَلَا تَقُلۡ لَّہُمَاۤ اُفٍّ وَّ لَا تَنۡہَرۡہُمَا وَ قُلۡ لَّہُمَا قَوۡلًا کَرِیۡمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Maka, kata Fakhruddin penyembahan kita dan ibadah kita, wajib hanya kita tujukan kepada Allah SWT, dengan ketaatan yang sukarela, disertai dengan cinta yang tulus.

“Pondasinya adalah pengetahuan dan keyakinan, dan tujuannya adalah kebahagiaan abadi. Kita diperintahkan untuk menyembah-Nya dan dilarang menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Ini bentuk peribadahan” ungkapnya.

Dosen S1 Ekonomi Syariah ini menambahkan, Kemudian yang selanjutnya Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua.

jadi penyebutan perintah ini sesudah perintah beribadah hanya kepada Allah mempunyai maksud agar manusia memahami betapa pentingnya berbuat baik terhadap ibu bapak.

Juga bermaksud agar mereka mensyukuri kebaikan kedua ibu bapak, betapa beratnya penderitaan yang telah mereka rasakan, baik pada saat melahirkan maupun ketika kesulitan dalam mencari nafkah, mengasuh, dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang.

Maka pantaslah apabila berbuat baik kepada kedua ibu bapak dijadikan sebagai kewajiban yang paling penting di antara kewajiban-kewajiban yang lain, dan diletakkan Allah dalam urutan kedua sesudah kewajiban manusia beribadah hanya kepada-Nya.

Fakhruddin menjelaskan, karena digandengankannya penyembahan terhadap Allah SWT dan berbakti kepada orang tua. Maka ini merupakan indikasi bahwa Allah SWT menjadikan birrul walidain berbakti kepada orang tua masuk sebagai kategori ibadah.

Jadi, berbakti merupakan bentuk ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dll. Harus dikerjakan semuanya karena itu perintah.

“Jadi kita tidak boleh hanya sholat saja, tapi tidak zakat. Kita hanya puasa saja kita kita berbakti kepada org tua,” pungkasnya. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/FRS)

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan suaramuhammadiyah.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab suaramuhammadiyah.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement