Rabu 04 May 2022 09:45 WIB

Erick Thohir Tinjau Kesiapan Pelabuhan Panjang untuk Arus Balik

Menteri Erick Thohir tinjau kesiapan Pelabuhan Panjang hadapi arus balik 2022.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Bayu Hermawan
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Erick Thohir
Foto: Republika TV
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Erick Thohir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bergegas menuju Pelabuhan Panjang di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (4/5) pagi. Erick bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy terpantau tengah berada dalam helikopter menuju Pelabuhan Panjang.

"Lebaran hari ketiga, sudah kembali memantau arus mudik dan balik bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Menko PMK Muhadjir Effendy," tulis Erick dalam akun Instagram, @erickthohir pada Rabu (4/5/2022) pagi.

Baca Juga

Erick bersama Menhub dan Menko PMK akan meninjau kesiapan Pelabuhan Panjang dalam melayani prosesi arus balik dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Pemerintah sendiri telah memutuskan membuka jalur alternatif penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Jawa melalui pelabuhan Panjang. Pembukaan jalur alternatif ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pemudik di Pelabuhan Bakauheni saat arus balik.

Hal ini dilakukan mengingat terjadi lonjakan penumpang yang sangat tinggi pada arus mudik pada angkutan penyeberangan. Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungn, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan penyeberangan melebihi penumpang di transportasi umum lain. Yakni mencapai 1,6 juta penumpang, baik itu di Pelabuhan Bakauheni maupun di Pelabuhan Merak.

"Untuk itu, Pelabuhan Panjang bisa kita jadikan alternatif. Kita juga akan lakukan skenario untuk merespons perubahan perilaku pemudik tahun ini dibanding 2019 sehingga penanganan kita bisa lebih cermat dan memuaskan bagi para pemudik," ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement