Jumat 13 May 2022 10:10 WIB

Kerugian Akibat Puting Beliung di Lebak Banten Rp 800 juta

Sebagian besar kondisi rumah maupun fasilitas umum mengalami kerusakan.

Puting beliung (ilustrasi).
Foto: EPA
Puting beliung (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan, kerugian akibat puting beliung yang melanda Gunungkencana pada Senin (9/5/2022) mencapai Rp 800 juta.

"Kerugian material akibat bencana angin puting beliung tercatat  93 rumah dan fasilitas umum, seperti sekolah dan tempat ibadah mengalami kerusakan, " kata diadi Lebak, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga

Tiupan kencang puting beliung yang terjadi pada Senin (9/5/2022), sekitar pukul 16.30 WIB itu, membuat warga Gunung Kencana panik. Bahkan, awan berwarna putih itu melingkar dan berputar-putar disertai angin kencang serta menerjang, antara lain rumah warga, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Berdasarkan pendataan di lapangan, 93 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan kategori ringan, sedang, dan berat, di antaranya satu ruang SDN 1 Gunungkencana bagian atapnya roboh dan kaca jendela majelis taklim Miftahul Jannah pecah, serta kanopi gedung PGRI ambruk.

Selain itu, bagian atap Puskesmas Gunungkencana dengan bersebelahan gedung bekas UPTD PUPR Kabupaten Lebak juga terjadi kerusakan.

"Kami menghitung secara estimasi kerugian akibat angin puting beliung mencapai Rp 800 juta," katanya.

Menurut dia, kerusakan rumah dan fasilitas umum terjadi di Desa Gunungkencana dan Sukanegara, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka dalam bencana itu.

Sebagian besar kondisi rumah maupun fasilitas umum mengalami kerusakan bagian genting karena berjatuhan tertiup angin kencang.

BPBD Lebak juga akan memberikan bantuan kedaruratan agar korban mendapatkan dana stimulan dari pemerintah daerah. "Kami memberikan bantuan stimulan itu setelah adanya verifikasi dari tim itu," katanya.

Sejumlah korban puting beliung mengaku bahwa rumahnya yang rusak sudah diperbaiki dan saat ini kembali ditempati.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement