Ahad 15 May 2022 16:44 WIB

Wamenag: Fitnah terhadap Wapres dan Menag Sungguh Keji  

Wamenag menyoroti fitnah keji yang ditujukan kepada Wapres dan Menag

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
 Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi, menyoroti fitnah keji yang ditujukan kepada Wapres dan Menag.
Foto: istimewa
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi, menyoroti fitnah keji yang ditujukan kepada Wapres dan Menag.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan viral video Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin sholat jenazah dan foto Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji. 

"Saya menengarai ada kelompok yang bertujuan melakukan proses pembusukan terhadap para tokoh agama yang kebetulan menjabat sebagai pejabat negara di masa pemerintahan pak Jokowi dengan membuat framing negatif melalui media sosial," kata Kiai Zainut kepada Republika.co.id, Ahad (15/5/2022). 

Baca Juga

Wamenag mengatakan, contoh viral di media sosial yaitu gerakan sholat jenazah yang dialamatkan kepada Wakil Presiden dengan gerakan rukuk dan sujud. Juga foto menteri agama merangkul Ragil Mahardika yang viral di media sosial akhir-akhir ini. 

Wamenag menjelaskan, video dan foto tersebut setelah melalui pengamatan para ahli hasilnya dinyatakan palsu dan merupakan hasil rekayasa editan. Jadi baik video Wapres shalat jenazah dan foto Menag Yaqut merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji. 

"Kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoaks dan informasi palsu melalui media sosial baik berupa meme, fitur, rekayasa foto, dan video memiliki tujuan jahat yakni untuk memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara agar masyarakat tidak percaya kepada pemerintah," ujar Wamenag. 

Dia menambahkan, bahkan lebih jauh dari itu, untuk membuat keresahan, kepanikan, kebencian, fitnah, adu domba dan  perpecahan di antara sesama anak bangsa. Untuk hal tersebut, memohon kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada, bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial. 

Dia menegaskan, jangan cepat percaya pada berita, baik berita yang berupa foto, video atau pun konten narasi yang mengandung unsur provokatif, ujaran kebencian, adu domba, dan fitnah. 

"Kita harus bijak dan cerdas dalam menyaring setiap informasi. Kita harus saring sebelum sharing, agar kita tidak menjadi bagian dari orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian," jelas Kiai Zainut. 

Wamenag mengatakan, kepada pihak kepolisian dan Kementerian Kominfo diminta untuk lebih menajamkan pengawasannya di dunia maya, dan segera menindak dengan tegas siapa pun yang sengaja menyebarkan berita palsu yang mengandung unsur provokasi, fitnah, adu domba dan ujaran kebencian.    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement