Kamis 02 Jun 2022 20:31 WIB

India Jajaki Potensi Kerja Sama Proyek dengan Taliban Afghanistan

India berikan bantuan untuk Afghanistan dari gandum hingga vaksin Covid-19

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah
Orang-orang berbelanja di pasar di ibu Kota Afghanistan, Kabul (Ilustrasi). India berikan bantuan untuk Afghanistan dari gandum hingga vaksin Covid-19
Foto: Kabul
Orang-orang berbelanja di pasar di ibu Kota Afghanistan, Kabul (Ilustrasi). India berikan bantuan untuk Afghanistan dari gandum hingga vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL–India telah mengirim tim pejabat Kementerian Luar Negeri ke ibu kota Afghanistan, Kabul, untuk melakukan pembicaraan dengan anggota senior Taliban. Ini adalah pertemuan pertama sejak penarikan Amerika Serikat dari negara tersebut tahun lalu. 

“Tim India akan bertemu dengan anggota senior Taliban, dan mengadakan diskusi tentang bantuan kemanusiaan India kepada rakyat Afghanistan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dilansir dari Al Arabiya, Kamis (2/6/2022). 

Baca Juga

Para pejabat disebut juga akan mengawasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan mengunjungi daerah-daerah yang ditargetkan program atau proyek yang didukung India.

Seperti diketahui, kemiskinan dan kelaparan telah meroket di negara yang dilanda perselisihan itu sejak Taliban mengambil alih kekuasaan tahun lalu.  

India telah menyumbangkan sekitar 20 ribu ton gandum, 13 ton obat-obatan, 500 ribu dosis vaksin Covid-19 dan pakaian musim dingin, dengan lebih banyak obat-obatan dan makanan dalam perjalanan. 

Negara Asia Selatan itu menarik pejabatnya keluar dari Afghanistan Agustus lalu dan menutup kedutaannya, meskipun New Delhi ingin mempertahankan hubungan dengan negara di mana musuh bebuyutannya, Pakistan, memiliki pengaruh yang cukup besar.

Bulan lalu kementerian mengatakan tidak memiliki informasi tentang kapan kedutaan akan dibuka kembali.

Januari lalu, pemerintah India mengirimkan 2 ton obat-obatan ke Afghanistan yang dikuasai Taliban. Pengiriman itu dilakukan meskipun belum secara resmi mengakui pemerintahan kelompok tersebut. obat itu diberikan ke Rumah Sakit Indira Gandhi Kabul yang didirikan dengan bantuan India pada 2004.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement