Ke Alumni Tebuireng, Wapres: Jangan Berantem Meski Beda Pilihan Pilpres

Senin , 06 Jun 2022, 05:57 WIB Reporter :Fauziah Mursid/ Redaktur : Muhammad Hafil
Ke Alumni Tebuireng, Wapres: Jangan Berantem Meski Beda Pilihan Pilpres. Foto:   Kotak suara Pilpres (ilustrasi)
Ke Alumni Tebuireng, Wapres: Jangan Berantem Meski Beda Pilihan Pilpres. Foto: Kotak suara Pilpres (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,JOMBANG--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan para santri terus memperat persaudaraan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Wapres mengingatkan, jangan sampai karena beda pilihan membuat hubungan antarsantri terpecah.

 

Terkait

Itu disampaikan Wapres di Seminar Aktualisasi Pemikiran Aswaja Hadratus Syeikh K.H. M. Hasyim Asy’ari sekaligus Halal Bihalal Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/6/2022).

Baca Juga

"Santri Tebuireng jangan nanti berantem sendiri, Alumninya itu, kalaupun berbeda pilihan ya sudah. Lakum capresikum walana capresuna, capres anda capres anda, jangan kemudian menjadi terbelah," ujar Wapres.

Wapres mengungkap tantangan era kemajuan teknologi, adanya disinformasi, kabar hoaks hingga berita bohong. Tujuannya tak lain adalah untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Karena itu, Wapres mengingatkan untuk berhati adanya disinformasi yang mengarah pada propaganda.

"Apalagi ini sekarang, menjelang Pilpres. Nah ini mulai tafsir-tafsir muncul, mudah-mudahan kita bisa menjaga ya," ujar Wapres.

Selain itu, ia menyebut tantangan lainnya adalah gerakan radikalisme dan sekularisme. Kiai Ma'ruf mengatakan gerakan radikal juga salah satu dampak negatif dari penggunaan teknologi digital.

"Ada anak tidak pernah bergaul dengan orang, sendiri saja tapi tiba tiba jadi radikal, ketika diteliti kenapa itu, ternyata melalui komunikasi teknologi informasi melalui internet melalui FB itu," ujarnya.

Karena itu, Wapres mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi bahaya kemajuan tersebut dengan belajar menyebarkan toleransi beragama demi keutuhan bangsa. Salah satunya dengan meneladani pemikiran dari para ulama seperti KH  Hasyim Asy'ari ini sudah disiapkan sejak awal untuk mengantisipasi dampak dari kemajuan tersebut.

"Bahaya bahaya disinformasi, kemudian juga bisa memecah belah menjadi alat meragukan bahkan alat untuk menyesatkan, karena itu maka kita harus melakukan antisipasi. Saya liat Syekh sudah sejak awal mengantisipasi ancaman ancaman itu," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini