Kamis 09 Jun 2022 21:00 WIB

Jamaah Haji Diimbau Tetap Patuhi Prokes

Prokes harus dipatuhi jamaah haji.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Muhammad Hafil
Jamaah Haji Diimbau Tetap Patuhi Prokes. Foto:   Jemaah Calon Haji memeriksa kelengkapan sebelum pemeriksaan XRay di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (3/6/2022). Sebanyak 356 calon haji menjadi pemberangkatan pertama menuju Madinah melalui Embarkasi Solo pada Sabtu (4/6/2022) pukul 00.30 WIB. Pemberangkatan kloter ini merupakan yang pertama sejak pandemi Covid-19.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Jamaah Haji Diimbau Tetap Patuhi Prokes. Foto: Jemaah Calon Haji memeriksa kelengkapan sebelum pemeriksaan XRay di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (3/6/2022). Sebanyak 356 calon haji menjadi pemberangkatan pertama menuju Madinah melalui Embarkasi Solo pada Sabtu (4/6/2022) pukul 00.30 WIB. Pemberangkatan kloter ini merupakan yang pertama sejak pandemi Covid-19.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kasus baru Covid-19 di Arab Saudi pada Rabu (8/6/2022) melampaui angka 1.000 untuk pertama kalinya sejak 20 Februari 2022. Infeksi terbaru dalam 24 jam terakhir tercatat sebanyak 1.029 kasus.

Menanggapi meningkatnya kasus Covid-19 di Saudi, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan agar para jemaah haji tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti, memakai masker serta tidak saling bertukar atau memakai perlengkapan pribadi seperti pakaian, gelas, dan alat makan secara bersama-sama.

Baca Juga

"Hindari pemakaian bersama itu yang penting. Hal-hal yang dipakai sendiri jangan dipakai bersama untuk menghindari potensi penularan sumber penyakit," kata Dicky kepada Republika, Kamis (9/6/2022).

Dia juga menyarankan jamaah haji memastikan kebutuhan gizi terpenuhi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, sehat, dan aman; mematuhi anjuran dari petugas kesehatan haji, dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan haji jika merasa mengalami gangguan kesehatan.

"Saya tekankan sekali lagi, ikhtiar terbaik adalah dengan berusaha dan dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan juga dengan vaksinasi," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Epidemiolog dari Universitas Diponegoro, Ari Udiyono mengatakan, kerena konsentrasi seluruh jemaah berada di tempat yang sama, yaitu Makkah, Madinah dan Mina/Arafah, maka peluang untuk mendapatkan paparan sangat tinggi. Apalagi variabelnya tidak hanya kontak langsung, tetapi juga kemungkinan udara yang berada dilingkungan tersebut juga berpotensi sebagai media penularnya.

"Oleh karena itu, himbauan kepada para jemaah Indonesia untuk menjaga kesehatan menjelang keberangkatan. setidaknya menyediakan waktu untuk beristirahat dari kerja beberapa hari sebelum keberangkatan. dengan demikian kondisi tubuh dapat menjadi lebih optimal," kata Ari.

"Saat berada di Tanah Suci, jangan lupa untuk menjaga vitalitas dengan makanan dan minum yang cukup, istirahat yang optimal dan tidak terlalu berlebihan berada di rumah ibadah tanpa memberi kesempatan tubuh beristirahat," sambungnya.

Karena, sambungnya, tidak mungkin menghindari kerumunan saat prosesi berbagai ibadah, baik rukun, wajib maupun sunnah. Sehingga, alangkah baiknya para jemaah haji tetap mempertahankan kebiasaan baik yang selama ini telah dikerjakan selama di Indonesia.

"Selalu melakukan 3M, selalu menggunakan masker, menjaga kebersihan diri (personal hygiene) dan menghindari kerumunan semaksimal mungkin. jemaah bisa memilih jam-jam yang relatif longgar untuk beberapa prosesi yang harus dijalankan, seperti tawaf dan sai," sarannya.

Ia juga mengingatkan para jemaah haji untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan bila sudah merasa tubuh mulai menunjukkan adanya gejala dan tanda kurang enak badan. "Obat-obatan pribadi terutama yang memang mempunyai obat yang harus diminum secara rutin, sebaiknya dibawa dan melapor kepada tenaga kesehatan pendamping, agar jamaah yang mempunyai risiko tinggi medapat perhatian yang lebih baik," kata Ari.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement