Jumat 17 Jun 2022 00:05 WIB

Tertinggi dalam 4 Bulan, India Laporkan 12 Ribu Kasus Baru Covid-19

India mencatatkan 12.213 ribu kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Orang-orang yang menderita penyakit virus corona berbaring di tempat tidur mereka di dalam Chennai Trade Centre†(CTC) yang diubah menjadi fasilitas perawatan darurat COVID-19 untuk pasien virus corona menyusul lonjakan kasus yang tajam, di Chennai, India, 16 Januari 2022.
Foto: EPA-EFE/IDREES MOHAMMED
Orang-orang yang menderita penyakit virus corona berbaring di tempat tidur mereka di dalam Chennai Trade Centre†(CTC) yang diubah menjadi fasilitas perawatan darurat COVID-19 untuk pasien virus corona menyusul lonjakan kasus yang tajam, di Chennai, India, 16 Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – Kementerian Kesehatan India, pada Kamis (16/6/2022), mengungkapkan, negara tersebut mencatatkan 12.213 ribu kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Itu merupakan angka kasus harian tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir.

Negara Bagian Maharashtra menjadi wilayah yang mencatatkan peningkatan kasus tertinggi, yakni sebanyak 4.024. Sementara itu, selama dua hari berturut-turut, ibu kota New Delhi melaporkan lebih dari 1.000 kasus baru Covid-19 per harinya. India juga memiliki 11 kematian baru akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Saat ini India menempati posisi kedua sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ia telah melaporkan 43,2 juta kasus dengan korban meninggal melampaui 525 ribu jiwa. Angka kematian sesungguhnya akibat Covid-19 di sana diyakini lebih tinggi.

India diketahui sempat menjadi pusat pandemi Covid-19. Varian Delta yang memicu lonjakan infeksi di tingkat global pertama kali terdeteksi di negara tersebut. Negara yang berada di atas India dari segi jumlah kasus adalah Amerika Serikat. Sejauh ini Negeri Paman Sam sudah melaporkan 85,9 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal melebihi 1 juta jiwa.

Baca juga : Imbas Larangan Pakaian Non-Ihram, PPIH Andalkan Srikandi Petugas di Area Tawaf

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement