Sebanyak 49.152 Calhaj Indonesia Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Senin , 20 Jun 2022, 18:44 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Jamaah haji Indonesia yang telah bergeser ke Makkah dari Madinah melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram, Rabu (15/6).
Jamaah haji Indonesia yang telah bergeser ke Makkah dari Madinah melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram, Rabu (15/6).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama melaporkan sebanyak 49.152 calon haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ke-16 operasional pemberangkatan haji 1443 Hijriah/2022 Masehi.

 

Terkait

"Berdasarkan laporan PPIH Arab Saudi hari ini jamaah yang tiba di Jeddah sebanyak 3.206 orang, sehingga total jamaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 49.152 orang," ujar Juru Bicara PPIH Kementerian Agama Akhmad Fauzin dalam konferensi pers pelaksanaan haji di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca Juga

Fauzin mengatakan pada Senin ini sebanyak 3.204 orang akan diterbangkan ke Arab Saudi yang masuk pada pemberangkatan gelombang kedua. Jamaah calon haji yang masuk pada pemberangkatan gelombang kedua ini akan tiba di Bandara King Abdul Aziz.Mereka selanjutnya akan melaksanakan umrah wajib dan rangkaian ibadah sunnah lainnya sampai pelaksanaan wukuf di Arafah.

Ia menjelaskan jamaah calon haji yang berangkat hari ini berasal dari delapan kelompok terbang dari enam embarkasi yakni Banjarmasin, Jakarta-Pondok Gede, Lombok, Medan, Solo, dan Surabaya."Terkait data calon haji sakit sebanyak 160 orang di antaranya 54 orang rawat jalan, 98 orang dirawat di kesehatan haji Indonesia, dan delapan orang dirawat di rumah sakit Arab Saudi," kata dia.

Sementara calon haji yang wafat bertambah satu orang atas nama Sugiyansyah Basuni M. Yamin yang berasal dari kelompok terbang tiga Banjarmasin."Sehingga sampai saat ini jumlah calon haji wafat sebanyak tujuh orang," kata dia.

Kemenag selalu mengingatkan jamaah untuk membatasi aktifitas di luar ruangan, selalu memakai alas kaki, jangan menunggu haus untuk minum, dan menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup."Atur irama kondisi kesehatan diri sendiri sehingga tidak memaksakan untuk selalu shalat di Masjidil Haram mengingat waktu pelaksanaan wukuf masih lama," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini