Jumat 24 Jun 2022 19:40 WIB

Perbanyak Baca Biografi Ulama, Ini Hikmahnya

Membaca biografi ulama adalah obat bagi jiwa.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Perbanyak Baca Biografi Ulama, Ini Hikmahnya
Foto: Republika.co.id
Perbanyak Baca Biografi Ulama, Ini Hikmahnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak hikmah dan manfaat yang akan didapat jika sering membaca birografi para ulama. Di antaranya, membaca biografi ulama dapat menjadi obat bagi jiwa yang haus akan suri tauladan dan rahmat dari Allah SWT akan turun.

“Membaca biografi ulama adalah obat bagi jiwa. Padanya terdapat kesembuhan bagi mereka yang kehausan akan suri tauladan dan padanya terdapat cahaya sebagai petunjuk jalan kebaikan,” kata penulis dan pengajar di Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Hanif Lutfhi.

Baca Juga

Dengan mengetahui kehidupan para ulama, umat Islam dapat melakukan introspeksi diri. Menurut Ustaz Hanif, mengetahui kehidupan ulama berfungsi sebagai cermin yang akan memperlihatkan kelemahan diri yang nantinya sebagai bahan perbaikan.

Imam Sufyan Uyainah yang merupakan salah satu guru dari Imam Ahmad bin Hanbal ini mengungkapkan hal menakjubkan terkait mengenang ulama sebagaimana berikut:

عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة[1]

“Ketika orang-orang shaleh dikenang, maka rahmat Allah akan turun".

Bagaimana bisa rahmat Allah SWT turun ketika mengenang orang-orang shalih itu?

Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) menjawab,

ويلتذون بذكر الأنبياء والصالحين، ولهذا يقال: عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة، بما يحصل في النفوس من الحركة إلى محبة الخير والرغبة فيه والفرح به والسرور واللذة[2]

Orang-orang yang beriman merasa nikmat dengan menyebut atau mengenang para nabi dan orang-orang shaleh, sehingga ada slogan “Ketika orang-orang shaleh dikenang, maka rahmat Allah akan turun”. Rahmat itu akan turun dengan bangkitnya jiwa dan hati seseorang untuk mencintai kebaikan dan merasa senang dan nyaman melakukannya .

“Maka, dengan mengingat para ulama yang shalih itu, kecintaan terhadap mereka akan hadir, ketenangan hati akan muncul, dan dengan itu rahmat Allah SWT diharapkan turun untuk yang melakukannya,” jelas Ustadz Hanif dikutip dari tulisannya di laman Rumah Fiqih.

Agar bisa mendapatkan rahmat Allah itu, masyarakat di antaranya bisa membaca biografi para ulama dan orang-orang shaleh yang dipublikasikan rubrik “Mujaddid” di Koran Republika untuk edisi Islam Digest yang terbit setiap Ahad.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement