Kamis 07 Jul 2022 19:03 WIB

Bahaya Jauh dari Alquran Baik dari Membaca atau Mengamalkannya 

Alquran merupakan petunjuk umat manusia di dunia

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Membaca Alquran (ilustrasi). Alquran merupakan petunjuk umat manusia di dunia
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Membaca Alquran (ilustrasi). Alquran merupakan petunjuk umat manusia di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, —Alquran adalah kitab suci yang sarat dengan berbagai informasi. Didalamnya mengajarkan manusia tentang berbagai  hal. Alquran juga memiliki berbagai hal yang dapat menjadikan kemajuan sebuah umat.

Bahkan, menurut pakar tafsir Alquran yang juga Dewan Pakar Pusat Studi Alquran, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, sejarah telah membuktikan, generasi para sahabat nabi atau awal Islam yakni adalah generasi emas, yang maju, produktif dan sangat baik di antara manusia lainnya karena dapat menggali Alquran dan menerapkannya dalam kehidupan. 

Baca Juga

"Kita selaku pecinta Alquran sudah tentu harus menggali potensi yang ada di Alquran. Bahwa masih banyak sekali lahan-lahan yang harus kita terus gali potensi yang ada di Alquran," kata kiai Ahsin saat mengisi kajian virtual yang diselenggarakan Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran beberapa hari lalu.  

Lebih lanjut Kiai Ahsin mengatakan Alquran adalah solusi setiap persoalan bahkan sebagai benteng dari fitnah akhir zaman. Dalam Alquran menjelaskan tentang umat masa lalu dan juga masa depan umat manusia. Selain itu juga menjelaskan hukum-hukum yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan.  

Kiai Ahsin mengatakan orang-orang yang meninggalkan Alquran kelak akan dihancurkan Allah SWT. Dan siapa pun yang berupaya mencari petunjuk selain kepada Alquran maka tidak akan menemukannya, justru dirinya akan tersesat dan menyesatkan orang lainnya.

Orang yang berbicara dengan menggunakan Alquran akan didengarkan. Orang yang menghukumi dengan Alquran maka akan berlaku adil. Mempelajari Alquran tidak akan pernah bosan baik dari segi bacaan, maupun dari segi pengamalan dari redaksi yang ada dalam Alquran.  

"Bagaimana kita bisa mengupas isi kandungan Alquran, sudah tentu bagi mereka yang ingin mendalami ayat suci Alquran itu harus mempunyai potensi keilmuan yang memadai. Tanpa memiliki potensi keilmuan yang memadai maka yang diambil adalah makna-makna yang masih permulaan-permulaan itu saja. Ini penting, karena kita disuruh Alquran mentadaburi isi," katanya.  

Menurut Prof Ahsin, seseorang yang bisa mentadaburi atau menghayati Alquran dengan beragam perangkat keilmuan seperti balaghah dan lainnya maka akan mendapatkan banyak sekali makna dan hak yang bermanfaat. 

Oleh karena itu Prof Ahsin mengajak untuk setiap Muslim mempersiapkan diri mempelajari Alquran dengan terlebih dulu mendalami perangkat-perangkat keilmuan yang dapat menunjang untuk memahami Alquran. 

Kiai Ahsin juga mengajak setiap Muslim yang telah mendalami Alquran untuk mengenalkan Alquran kepada masyarakat luas. Termasuk kepada warga masyarakat di negara-negara Barat. Menurut Kiai Ahsin banyak orang-orang di dunia Barat mengalami kehilangan dan kehampaan dalam menjalani hidup di tengah kemajuan teknologi. 

Mereka pun berupaya mencari sumber untuk menenangkan jiwanya namun tidak berhasil membantu menjawab setiap persoalan hidupnya. Maka dari itu dia mengajak kepada setiap Muslim yang telah mendalami Alquran untuk memperkenalkan Alquran kepada dunia Barat.  

"Mari kita bersama mencintai Alquran,  bagaimana membangun masyarakat sesuai nilai-nilai Alquran sudah tentu itu memerlukan satu perangkat ilmu pengetahuan," katanya.    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement