Jamaah Kloter 1 asal Padang Ketahuan Bawa Air Zam-Zam dalam Koper

Jumat , 15 Jul 2022, 19:44 WIB Reporter :Febrian Fachri/ Redaktur : Agung Sasongko
Pekerja mengangkut koper jamaah haji Kloter 3 dan 4 embarkasi SOC (Solo) serta PDG 2 (Padang) di Hotel Al Keswah, Jarwal, Makkah, Arab Saudi, Kamis (14/7/2022).
Pekerja mengangkut koper jamaah haji Kloter 3 dan 4 embarkasi SOC (Solo) serta PDG 2 (Padang) di Hotel Al Keswah, Jarwal, Makkah, Arab Saudi, Kamis (14/7/2022).

IHRAM.CO.ID, PADANG -- Koper jamaah haji dari Embarkasi Padang terpaksa dibongkar oleh petugas air gate di Kota Mekkah sebelum kepulangan ke tanah air. Koper milik 50 orang jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 1 terpaksa dibongkar karena kedapatan membawa air zam-zam.

 

Terkait

Membawa air zam-zam dalam penerbangan merupakan hal yang dilarang oleh pemerintah Arab Saudi, kecuali yang difasilitasi oleh pemerintah.

Baca Juga

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Barat (Sumbar) Joben, mengatakan sebenarnya panitia haji dari Embarkasi Padang sudah mengingatkan mengenai larangan membawa air zam-zam.

“Sudah diingatkan jamaah sebelumnya agar jangan membawa air zam-zam karena berisiko terhadap penerbangan,” kata Joben, Jumat (15/7/2022).

Joben menyebut masing-masing jamaah haji sudah dipastikan mendapat jatah satu botol air zam-zam yang berisi 5 liter. Air zam-zam itu sudah dipastikan dibagikan saat jamaah tiba di kampung halaman masing-masing. Kementerian Agama sudah mengurus hal itu sejak dari Arab Saudi sampai ke Kemenag tingkat kabupaten dan kota.

Menurut Joben, kemungkinan ada jamaah yang tergiur membawa air zam-zam karena ada yang menjual kemasan di Mekkah. Dan mencoba mengumpatkan dalam koper dan dibalut dengan kain. Nyatanya, hal itu tetap terpantau melalui alat x-ray.

Joben berharap kejadian ini tidak lagi terulang saat pemulangan jamaah haji berikutnya.

"Benda cair ini kan berbahaya bagi penerbangan, cuman kan banyak jamaah ini coba-coba juga, ya maklumlah banyak yang belum tahu ini berbahaya bagi penerbangan,” ucap Joben.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini