Rabu 20 Jul 2022 01:07 WIB

BNPT Libatkan Multi Pihak Sebagai Upaya Pencegahan Terorisme

Kepala BNPT libatkan banyak pihak sebagai upaya pencegahan terorisme.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar
Foto: Republika/Flori Sidebang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar, mengatakan pihaknya melibatkan berbagai pihak sebagai upaya pencegahan terorisme di Indonesia.

"Dalam penanggulangan terorisme, seluruh elemen bangsa bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi terorisme sampai ke akar-akarnya," kata Boy di Jakarta, Selasa (20/7/2022).

Baca Juga

Boy menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak itu dijabarkan dalam konsep Pentahelix, dengan BNPT sebagai leadingsector dalam penanggulangan terorisme. Dengan demikian, diharapkan menghasilkan berbagai rumusan dan melaksanakan kebijakan untuk mencegah potensi ancaman dan menguatkan imunitas masyarakat dalam menangkal pengaruh kelompok radikal terorisme.

Boy mengatakan, BNPT mengembangkan grandstrategy tersebut dengan melibatkan beragam unsur, di antaranya instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media dan pelaku usaha. BNPT telah melaksanakan sejumlah nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama, di antaranya dengan 46 kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) melalui program sinergisme.

Sebanyak enam K/L yang terlibatdalam penanggulangan terorisme tersebut tersebar di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah. BNPT juga melakukan pembangunan infrastruktur fisik, seperti rumah susun, rumah ibadah, balai latihan kerja, dan sarana publik lain, beserta pembangunan non-fisik seperti pelatihan keterampilan wirausaha, pengembangan wawasan keagamaan, hingga moderasi beragama.

"BNPT bekerja sama dengan 11 organisasi masyarakat dan keagamaan, 12 lembaga pendidikan dan lembaga riset, media, serta 19 badan usaha milik negara dan daerah," jelasnya.

Dia mengingatkan peran dan kontribusi masyarakat luas dan lingkungan sosial sangat sangatlah krusial, baik dalam rangka memutus rantai penyebaran ideologi, mendeteksi keberadaan kelompok teroris, maupun dalam mengontrol tindak-tanduk jaringan kekerasan. 

"Setiap unsur bangsa dengan tugas dan fungsinya masing-masing harus mampu bersinergi agar dapat bahu-membahu mewujudkan Indonesia Harmoni," ujar Boy.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement