Rabu 20 Jul 2022 17:39 WIB

Tantangan Muslimpreneur Indonesia Masuk Pasar Amerika Serikat dan Kanada

Muslim Indonesia mempunyai peluang ramaikan pasar halal Amerika Serikat dan Kanada

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Makanan Halal. Muslim Indonesia mempunyai peluang ramaikan pasar halal Amerika Serikat dan Kanada
Foto: dok. Republika
Ilustrasi Makanan Halal. Muslim Indonesia mempunyai peluang ramaikan pasar halal Amerika Serikat dan Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – KJRI New York bersama PCINU AS-Kanada, PCI Muhamamdiyah Amerika dan International Youth Leader menggelar webinar Muslimpreneur Indonesia.

Dalam webinar ini dibahas soal tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jika ingin memasuki pasar internasional, khususnya Amerika Serikat dan Kanada. 

Baca Juga

Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI New York, Rizal Wirakara, menyebut saat ini perekonomian dunia sedang mengalami disrupsi. Hal ini disebabkan berbagai hal, seperti dampak Covid-19, rivalitas antar-negara, serta perubahan iklim yang mempengaruhi suplai pangan dunia. 

"Dampak positif dari disrupsi ini adalah peluang produk-produk ekspor non-migas Indonesia berkompetisi di pasar Amerika Serikat, menggantikan produk dari negara lain. Hal ini tidak boleh disia-siakan oleh pebisnis Indonesia," ujar dia dalam webinar tersebut yang disiarkan melalui Zoom, Selasa (19/7/2022). 

KJRI New York disebut telah melakukan beberapa langkah antisipasi maupun prediksi, dengan salah satu capaian adalah naiknya nilai ekspor ke wilayah kerja KJRI New York dari 5,5 juta dolar AS di 2020, meningkat menjadi 8 juta dolar di 2021. 

Rizal menyebut beberapa sektor potensial yang dirasa mampu direbut oleh pasar Indonesia adalah produk ikan, makanan, pakaian jadi dan sepatu, juga produk kayu mainan atau produk hunian. Sementara untuk produk strategis jangka menegah dan panjang seperti mesin, plastik kimia organik, atau alat optik dan medis. 

"Berbisnis di Amerika Serikat memang ada tantangan tersendiri bagi pengusaha Indonesia, khususnya bagi UMKM. Banyak hal yang perlu disiapkan," lanjutnya. 

Baca juga: Bukti-Bukti Meyakinkan Mualaf Gladys Islam adalah Agama yang Paling Benar 

Selain memahami kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan bisnis, UMKM juga disebut harus memiliki target pasar yang jelas, baik di Amerika atau belahan dunia manapun. Contohnya, bagi pengusaha di bidang apparel atau pakaian, harus dipahami faktor risiko, demografi, kebutuhan logistik dan teknis, serta regulasi di Amerika Serikat. 

Membangun kredibilitas melalui pembangunan situs perusahaan dan komunikasi di media juga disebut menjadi hal yang krusial. Pertimbangan menggunakan agen lokal atau mitra bisnis di Amerika Serikat akan berdampak strategis, karena bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Terakhir, dia menyebut KJRI New York berpandangan Indonesia memiliki produk yang beragam dan kualitas yang tidak kalah dari negara lainnya. Indonesia memiliki kekuatan dalam bidang atau produk halal food. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement