Selasa 26 Jul 2022 23:15 WIB

Dorong Potensi Ziswaf, Wizstren Dibentuk Jadi Lembaga Pengelola Modern

Lembaga Ziswaf diminta kreatif di tengah-tengah tantangan yang tidak mudah.

Ilustrasi Berziswaf.
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Berziswaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi cukup tinggi untuk menghimpun zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf (Ziswaf). Berdasarkan survei mengenai wakaf uang di Indonesia tahun 2021, disebutkan bahwa yang terealisasi baru sebesar 22 persen. Sementara 78 persen sisanya, merupakan Wakaf Uang yang berpotensi untuk dapat dihimpun dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. 

Maka untuk mengelola potensi tersebut, Wizstren sebagai lembaga Ziswaf tingkat nasional resmi diluncurkan di Jakarta. 

Baca Juga

Ketua Umum Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Dr. KH. Hasib Wahab Chasbullah mengatakan, Wizstren adalah lembaga yang dilahirkan dari Hebitren sebagai induknya.

"Karena ini sebuah perkumpulan atau organisasi maka tidak dapat menangani langsung adanya usaha untuk mendirikan lembaga zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf. Maka kita membuat suatu badan yang kita namakan Yayasan Wizstren yang diresmikan hari ini oleh Bapak Menteri Agama (Yaqut Cholil Qoumas)," kata dia dalam webinar yang digelar pada Selasa (26/7/2022).

photo
Peluncuran Wizstren di Jakarta, Selasa (26/7/2022). - (Dok. Web)

Hebitren sendiri telah bermitra dengan Bank Indonesia (BI). Pada tanggal 11 November 2019 lalu, Hebitren lahir yang telah difasilitasi oleh BI sebagai cikal bakal lembaga Ziswaf Wizstren.

Pada kesempatan yang sama Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Arief Hartawan mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat yang terlibat dan berkontribusi mensukseskan terselenggaranya peresmian ini. "Kami mengucapkan selamat atas peresmian lembaga Ziswaf Wizstren dan untuk terus berinisiatif melaksanakan gagasan dan kebijakan yang konstruktif dalam ekonomi syariah demi kepentingan umat," ujar dia.

KH Yaqut Cholil Qoumas juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dan keluarga besar Wizstren atas dedikasinya dalam pengembangan sekaligus pengelolaan Ziswaf dikelola dalam lingkungan pesantren. Ia mengatakan, lembaga Ziswaf harus kreatif dan visioner di tengah-tengah tantangan yang tidak mudah. 

"Mengelola dana umat tidaklah mudah, perlu kepercayaan dan membangun kepercayaan itu bukan pekerjaan mudah, butuh komitmen bersama-sama sehingga Wizstren yang kita harapkan dengan cita-cita besarnya dapat kita wujudkan," pesan dia.

Dengan hadirnya Wizstren, masyarakat dapat menyalurkan sebagian kekayaan miliknya kepada masyarakat yang berada di kelompok bawah. Hal ini dapat mendorong perkembangan dari kelompok kelas menengah, sehingga terjadi pertumbuhan secara inklusif yang lebih cepat dibandingkan dengan masyarakat pada kelompok atas.

Adapun misi dari Wizstren adalah pertama, melakukan pengumpulan dana secara terintegrasi melalui kerjasama dengan lembaga keuangan Syariah, kedua, melakukan penyaluran dana Ziswaf secara produktif dan tepat sasaran.

Kemudian, melakukan pengelolaan dana Ziswaf maupun aset wakaf secara akuntabel dan transparan. Keempat, embangun komunikasi secara baik dengan stake holder dengan didukung digitalisasi sistem informasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement