Selasa 02 Aug 2022 16:55 WIB

Arab Saudi Berlakukan Larangan Impor Monyet Cegah Penyebaran Virus

Larangan impor monyet di Arab Saudi berlaku sementara waktu

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera Arab Saudi. Larangan impor monyet di Arab Saudi berlaku sementara waktu
Foto: Reuters/VOA
Bendera Arab Saudi. Larangan impor monyet di Arab Saudi berlaku sementara waktu

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Kementerian Lingkungan Hidup, Air dan Pertanian Arab Saudi mengeluarkan perintah untuk memberlakukan larangan atas impor semua jenis hewan pengerat dan primata non-manusia seperti monyet dari negara-negara di benua Afrika. Namun larangan ini hanya bersifat sementara. 

Dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (2/8/2022), langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran virus monkeypox mengikuti arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Baca Juga

Menurut lembar fakta WHO tentang virus, cacar monyet ditularkan ke manusia melalui kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau dengan bahan yang terkontaminasi virus. 

Virus ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.  

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis di Afrika tengah dan barat dan kadang-kadang diekspor ke daerah lain. 

Lembar fakta menggarisbawahi perlunya membatasi perdagangan hewan untuk mencegah penyebaran virus. WHO mencatat bahwa beberapa negara telah memberlakukan peraturan yang membatasi impor hewan pengerat dan primata non-manusia.  

“Hewan penangkaran yang berpotensi terinfeksi monkeypox harus diisolasi dari hewan lain dan segera dikarantina. Setiap hewan yang mungkin telah melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi harus dikarantina, ditangani dengan tindakan pencegahan standar dan diamati gejala cacar monyet selama 30 hari,” katanya. 

Kementerian telah mengirimkan surat kepada Federasi Kamar Dagang, mengenai selebaran informasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, tentang virus monkeypox, yang menyatakan bahwa virus itu endemik di negara-negara Afrika Tengah dan Barat. 

Dalam klasifikasi zoologi ilmiah, primata mencakup semua spesies yang termasuk lemur dan kera selain manusia. Primata hidup di seluruh dunia, dan selain manusia, primata yang tersisa terkonsentrasi di Afrika, Amerika Selatan, dan Tengah, dan Asia Selatan, serta beberapa spesies di Amerika Utara dan Jepang. 

 

Sumber: saudigazette   

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement