Jumat 12 Aug 2022 14:28 WIB

Pendaftar Subsidi BBM di Jatimbalibus Capai 90 Ribu Kendaraan

Pendaftaran subsidi tepat untuk bahan bakar solar dan pertalite

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini
Petugas pengisian bahan bakar di mengisikan BBM jenis Pertalite ke Truk Tangki bahan bakar di Terminal BBM Surabaya Group Pertamina, Surabaya, Selasa (10/11). rea Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra mengungkapkan, untuk wilayah Jatimbalinus sudah lebih dari 90 ribu kendaraan yang melakukan pendaftaran subsidi tepat yang dimulai 1 Juli 2022.
Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Petugas pengisian bahan bakar di mengisikan BBM jenis Pertalite ke Truk Tangki bahan bakar di Terminal BBM Surabaya Group Pertamina, Surabaya, Selasa (10/11). rea Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra mengungkapkan, untuk wilayah Jatimbalinus sudah lebih dari 90 ribu kendaraan yang melakukan pendaftaran subsidi tepat yang dimulai 1 Juli 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra mengungkapkan, untuk wilayah Jatimbalinus sudah lebih dari 90 ribu kendaraan yang melakukan pendaftaran subsidi tepat yang dimulai 1 Juli 2022. Terdiri dari 58 ribu kendaraan pengguna bahan bakar pertalite dan 32 ribu kendaraan pengguna bahan bakar solar.

“Hingga tanggal 10 Agustus kemarin, 90 ribu kendaraan telah melakukan pendaftaran subsidi tepat bahan bakar solar dan pertalite," ujar Arya, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga

Arya meyakini, penyaluran BBM subsidi akan lebih tepat sasaran seiring tingginya pendaftar subsidi tepat. Arya melanjutkan, dari 90 ribu kendaraan yang mendaftar, 80 persen atau sebanyak 72 ribu kendaraan berasal dari Jawa Timur. Kemudian 10 persen atau 9.000 kendaraan berasal dari Bali, Provinsi NTB sebanyak 5.800 kendaraan, dan 3.200 kendaraan mendaftar di Provinsi NTT.

Meski implementasinya belum dilakukan, Arya mengingatkan seluruh konsumen yang mengkonsumsi produk BBM solar subsidi dan pertalite sebaiknya melakukan pendaftaran subsidi tepat. Adapun, bagi kendaraan yang tidak mengkonsumsi pertalite dan solar subsidi, kata Arya, tentunya tidak perlu melakukan pendaftaran.

"Kami berterima kasih dan mengapresiasi konsumen yang telah membeli produk selain pertalite dan solar subsidi karena kedua produk tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang layak disubsidi,” kata Arya.

Arya menyatakan, subsidi yang tepat sasaran menjadi penting mengingat pemerintah hanya mengalokasikan dana Rp 520 triliun untuk subsidi energi di 2022. Paralel, Pertamina Patra Niaga selaku yang ditugaskan juga berinisiatif untuk memastikan penyaluran di lapangan ini bisa berjalan lebih tepat sasaran dengan memulai uji coba pendaftaran. Pendaftaran dapat melalui aplikasi MyPertamina, website pedulitepat.mypertamina.id dan daftar langsung di SPBU yang ditunjuk.

Pertamina diakuinya terus membuka tempat pendaftaran offline yang berada di titik-titik seperti SPBU, Terminal BBM, dan beberapa lokasi lainnya. Ada sebanyak 78 titik pendaftaran offline di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Untuk wilayah Jawa Timur terdapat 38 titik pendaftaran offline, Bali sebanyak 8 titik, NTB sebanyak 10 titik, NTT sebanyak 22 titik,” ujar Arya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement