Senin 22 Aug 2022 06:55 WIB

Presiden Palestina Penuhi Undangan Erdogan Kunjungi Turki

Erdogan dan Abbas akan membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Abbas diagendakan mengunjungi Turki pada Senin (22/8/2022).
Foto: EPA-EFE/FELIPE TRUEBA
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Abbas diagendakan mengunjungi Turki pada Senin (22/8/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas diagendakan mengunjungi Turki pada Senin (22/8/2022). Kunjungan tersebut dilakukan setelah Turki mengumumkan bahwa mereka sudah memulihkan relasi diplomatik dengan Israel.

Duta Besar Palestina untuk Turki Fa’ed Mustafa mengungkapkan, kunjungan Abbas ke Ankara merupakan pemenuhan undangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Abbas akan berada di Turki selama tiga hari.

Baca Juga

“Mustafa mengatakan kedua pemimpin (Erdogan dan Abbas) akan membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama serta cara-cara meningkatkan hubungan Palestina-Turki, di samping perkembangan politik terbaru di Palestina dan isu-isu regional serta internasional lainnya,” kata kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya, Ahad (21/8/2022).

Turki telah memulihkan hubungan diplomatiknya dengan Israel pekan lalu. Dalam percakapan via telepon pada Rabu (17/8/2022), Erdogan dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid saling mengucapkan terima kasih atas pemulihan relasi diplomatik kedua negara ke skala penuh. Lapid menilai, hal itu akan menghasilkan banyak prestasi, terutama di bidang perdagangan dan pariwisata. “Ini akan tercermin dalam dimulainya kembali penerbangan Israel ke Turki dan pertemuan Komisi Ekonomi Gabungan di Israel pada September mendatang,” kata kantor perdana menteri Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Ynet News.

Erdogan dan Lapid pun sama-sama menekankan tentang pentingnya hubungan Israel-Turki untuk menjaga stabilitas regional. Presiden Israel Isaac Herzog turut menyambut pemulihan hubungan diplomatik dengan Turki. “Saya memuji pembaruan hubungan diplomatik penuh dengan Turki, perkembangan penting yang telah kami pimpin selama setahun terakhir, yang akan mendorong hubungan ekonomi yang lebih besar, pariwisata bersama, serta persahabatan antara masyarakat Israel dan Turki," tulis Herzog lewat akun Twitter resminya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, meski telah memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel, Turki akan tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pada awal Maret lalu, Erdogan menyampaikan, dia ingin menghidupkan kembali dialog politik dengan Israel. Hal itu diumumkan saat Presiden Israel Isaac Herzog melakukan kunjungan bersejarah ke Turki pada 9 Maret lalu.

"Tujuan bersama kami dengan Israel adalah untuk menghidupkan kembali dialog politik antara negara kami berdasarkan kepentingan bersama, menghormati kepekaan timbal balik," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama Herzog, dikutip Anadolu Agency.

Erdogan mengungkapkan, kunjungan Herzog ke Turki akan menjadi titik balik baru dalam hubungan bilateral Ankara dan Tel Aviv. Menurut dia, penguatan relasi dengan Israel penting bagi stabilitas serta perdamaian regional.

Oleh sebab itu, Erdogan menekankan kepada Herzog tentang pentingnya mereduksi ketegangan di kawasan, termasuk menjaga visi solusi dua negara terkait konflik dengan Palestina. “Ada di tangan kita untuk berkontribusi pada pembentukan kembali budaya perdamaian, ketenangan, dan koeksistensi di wilayah kita,” ucapnya.

Hubungan Turki dan Israel membeku setelah peristiwa penyerangan kapal Mavi Marmara pada Mei 2010. Mavi Marmara adalah satu dari enam kapal yang bertolak dari Turki untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Sebanyak 10 warga sipil Turki tewas dalam aksi penyerangan Israel ke kapal tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement