Enam Kendaraan Laut yang Populer Angkut Jamaah Haji Masa Kolonial 

Rabu , 31 Aug 2022, 13:25 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kapal yang membawa jamaah haji berangkat ke Makkah pada tempo dulu.
Kapal yang membawa jamaah haji berangkat ke Makkah pada tempo dulu.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Pada 1920-an angkutan laut (kapal laut) menjadi kendaraan utama jamaah haji Indonesia. Jamaah haji Indonesia diangkut oleh kapal-kapal laut milik perusahaan asing.

 

Terkait

Seperti dikisahkan dr Abdoel Patah, dalam bukunya "Segi Kesehatan Perjalanan Ziarah Ke Makkah" setidaknya ada enam kapal laut milik asing yang populer digunakan pada saat itu. Enam kapal laut itu di antaranya "Stoomvaart Maatschappij Nederland", "de Rotterdamsche Lloyd", "de Ocean", Holt-lijn(Singapura), "Stmoorvaart Maatschappii Nemazee (Batavia), dan Nemazze (Singapura).  

Baca Juga

Pada tahun 1927 dari 2138 jamaah yang diangkut kapal Neymar J Batavia dan 5.230 jamaah yang diangkut kapal Nemazee Batavia, dan 5.237 jamaah yang meninggal di kapal Nemazee Batavia 12 orang dan di kapal Nemazee Singapura 18 orang atau 5,62 permil dan 3,30 permil.

Angkutan dengan maskapai ini dalam tahun 1928 tidak banyak berarti, dengan 3 buah kapal pada tahun itu hanya diangkut 1.151 jamaah, tetapi, Abdoel Patah tidak dapat melaporkan apakah ada jamaah yang meninggal dalam perjalanan. 

Apakah ini ada pernyataan bahwa diperoleh angka kematian akan merugikan bagi perusahaan Nemazee, sehingga kapal-kapalnya tidak lagi di charter untuk menunggu pada jamaah.

"Saya tidak mengetahui. Namun ini kelengkapan, data tetap harus dituliskan, agar didapatkan gambar yang benar tentang angka-angka kematian pada kapal-kapal yang sejak tahun 1951 terus menerus menyelenggarakan angkutan haji," katanya.

Angka-angka kematian selama tahun 1921 sampai dengan tahun 1931 dicatat dalam permil. Hal yang luar biasa kata dia yaitu pada tahun 1931 keadaan kesehatan di kapal-kapal dapat dikatakan aman. Menurutnya, bahwa bukan suatu kebetulan jika angka-angka tahun 1931 memperlihatkan keadaan lebih baik dibandingkan dengan angka puluhan tahun sebelumnya.

"Penurunan ini saya hubungkan juga dengan lebih tepatnya perjalanan laut para jamaah yang menggunakan kapal-kapal baru," katanya. 

Abdoel mengatakan, keadaan kapal aman bagi kesehatan jamaah ini karena keadaan kebersihan serta penataan ruangan yang lebih baik bagi tempat tinggal pada jamaah, dan juga perbaikan pada pengobatan dan perawatan. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini