Rabu 07 Sep 2022 16:42 WIB

BAZNAS Bantu Korban Banjir di Mamuju dan Fenomena Tanah Bergerak di Enrekang

Baznas melalui tim Tanggap Bencana melakukan respons cepat pertolongan bagi korban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melakukan respon cepat pertolongan dasar bagi korban banjir yang terjadi di Kecamatan Karossa dan Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, serta membantu penyintas fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.
Foto: Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melakukan respon cepat pertolongan dasar bagi korban banjir yang terjadi di Kecamatan Karossa dan Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, serta membantu penyintas fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

REPUBLIKA.CO.ID, ENREKANG -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melakukan respon cepat pertolongan dasar bagi korban banjir yang terjadi di Kecamatan Karossa dan Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, serta membantu penyintas fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Hujan yang terus menerus dengan volume cukup lebat di daerah Mamuju Tengah, Senin (5/9/2022), mengakibatkan di beberapa titik di Kecamatan Karossa dan Kecamatan Pangale terdampak banjir. Beberapa titik yang terdampak seperti Desa Polopangale, Dusun Mekarsari dan Dusun Sidomulyo, dan Desa Pololereng Longsor.

Baca Juga

"Merespon hal tersebut, tim BTB Mamuju Tengah, Sulawesi Barat langsung melakukan respon cepat melakukan pertolongan dasar untuk membantu penyintas yang terdampak seperti membuka akses jalan, asesmen, dan distribusi bantuan dasar," ujar Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA, di Jakarta, Rabu (7/9/2022), dalam siaran persnya.

Sebagaimana informasi di lapangan, Saidah menjelaskan, dampak yang ditimbulkan dari banjir ini membuat banyak rumah terendam dan akses jalan desa yang tertutup menuju Desa Polocamba dan Desa Lamba-Lamba. Kendaraan roda 2 dan roda 4 juga sementara tidak dapat melintas. Sementara di Kec. Topoyo yaitu di Desa Pangalloang, Jalan penghubung Desa Topoyo dan Desa Pangalloang terputus akibat luapan Sungai Topoyo.

"Kemudian yang jadi fokus BAZNAS adalah bagaimana membantu warga terdampak banjir seperti memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir, agar segera bangkit sehingga bisa beraktivitas seperti semula," ujarnya.

Tidak hanya di Mamuju, tim BTB juga merespon musibah fenomena tanah bergerak di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, pada Selasa (30/8). Setidaknya 3 desa mengalami kondisi yang porak-poranda akibat longsor dan tanah bergerak, yakni Desa Lebani, Desa Labuku, dan Desa Tapong beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Pasca bencana tersebut, tim BAZNAS Tanggap Bencana Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan sudah melakukan asesmen lokasi terdampak. Selain itu, tim juga telah menyalurkan bantuan peralatan kebersihan dan makanan untuk membantu masyarakat sekitar," ujar Saidah.

Hingga Minggu (4/9), kata Saidah, tim BTB masih bersama warga melakukan aksi resik pembongkaran rumah warga yang terdampak. Menurut data yang diperolah ada 30 rumah terdampak yang kondisinya rusak.

"Melalui dana yang disalurkan para muzaki, BAZNAS terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada mereka yang membutuhkan termasuk musibah yang terjadi di Mamuju dan Enrekang. Hal ini juga merupakan upaya BAZNAS meminimalkan dampak bencana yang mengakibatkan kemiskinan dan menekan risiko keterparahan kemiskinan akibat bencana," jelas Saidah.

BAZNAS melalui BTB secara aktif hadir memberikan layanan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk di lokasi bencana. Bantuan layanan kemanusiaan BAZNAS diterapkan dengan model penanganan tepat sasaran, tepat waktu (cepat), dan tepat penanganan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement